Minggu, 7 Juni 2026

Berita Mukomuko

PGRI Pertanyakan soal Program Makan Bergizi Gratis Belum Terealisasi di Mukomuko

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mukomuko belum ada uji coba, PGRI minta Program Makan Bergizi Gratis segera terealisasi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
Ketua PGRI Mukomuko Rasita meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mukomuko agar bisa segera direalisasikan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Mukomuko Rasita mempertanyakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Rasita mempertanyakan program makanan bergizi gratis lantaran di beberapa daerah sudah terealisasi program tersebut.

“Kita mempertanyakan kenapa program MBG ini belum terealisasi di Kabupaten Mukomuko, sedangkan di daerah lain sudah berjalan,” ungkap Rasita saat dihubungi TribunBengkulu.com, Minggu (19/1/2024).

Rasita menjelaskan, untuk di Kabupaten Mukomuko, selain belum terealisasikan, uji coba program makan bergizi gratis juga belum dilaksanankan.

Mengingat, lanjut Rasita, di Kabupaten Mukomuko untuk perekonomian dari keluarga siswa-siswi tidak merata.

“Seluruh siswa dan siswi di Kabupaten Mukomuko tak memiliki latar belakang yang sama, ada yang perekonomiannya ke atas, ada yang menengah dan juga ke bawah,” tutur Rasita.

Rasita menambahkan, untuk siswa dan siswi yang memiliki perekonomian menengah ke bawah membutuhkan program tersebut.

Lantaran untuk membantu tumbuh dan berkembangnya siswa dan siswi di Kabupaten Mukomuko ini.

“Dengan program makan bergizi gratis ini dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan siswa-siswi yang memiliki ekonomi menengah ke bawah,” jelas Rasita.

Dengan gizi yang tercukupi, sambung Rasita, proses belajar mengajar nanti akan berjalan dengan lebih baik.

Pasalnya, dengan terpenuhi gizi siswa dan siswi di Kabupaten Mukomuko, akan meningkatkan semangat belajar dan motivasi anak untuk belajar.

“Kalau gizi anak-anak nanti sudah terpenuhi tentu proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik dan meningkatkan semangat belajar peserta didik,” kata Rasita.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Mukomuko Bengkulu Stagnan, Tertinggi Rp 2.710 per Kilogram

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved