Selasa, 9 Juni 2026

Berita Lebong

Aksi Warga Hadang Truk Batubara PT JR di Lebong Bengkulu, Polisi Siap Mediasi

Aksi warga di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu hadang truk pengangkut batubara milik PT JR ditengahi polisi.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
HO TribunBengkulu.com
Wakapolres Lebong Kompol Muliyadi MR saat berkomunikasi dengan massa yang tergabung dalam Forleb terkait penutupan dan blokade angkutan batubara di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu pada Sabtu (18/1/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Aksi warga di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu hadang truk pengangkut batubara milik PT JR ditengahi polisi.

Warga yang mengatasnamakan Forum Lebong Bersatu (Forleb) memblokir jalan puluhan truk batubara milik PT Jambi Resources (JR) sebagai bentuk protes, pada Sabtu (18/1/2025).

Aksi protes warga dipicu oleh dugaan pelanggaran regulasi dan aturan terkait operasional truk tersebut.

Warga menganggap aktivitas truk pengangkut batubara melanggar ketentuan yang ada, sehingga mereka melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes.

Penghadangan ini menyebabkan kemacetan di sekitar area tersebut, mengganggu akses masyarakat, termasuk rumah dan tempat usaha warga setempat.

Wakapolres Lebong Kompol Muliyadi MR mengungkapkan untuk mengantisipasi konflik lebih lanjut, polisi berencana membantu mediasi antara Forleb dan PT JR.

Hal ini dilakukan agar aksi tersebut bisa selesai dan tidak berkepanjangan. Dikhawatirkan aksi itu bisa menyebabkan adanya kisruh atau keributan.

Terutama antara ormas dengan para sopir angkutan batu bara.

"Kita membuka blokade karena truk-truk itu berhenti di depan rumah dan usaha masyarakat, sehingga menyebabkan kemacetan. Tindak lanjut ke depan akan dilaksanakan hearing untuk mempertemukan kedua pihak," beber wakapolres. 

Wakapolres juga menyarankan agar Forleb melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian sebelum melakukan aksi serupa di masa depan.

Polres Lebong akan terus memantau situasi dan memastikan agar komunikasi antara Forleb, PT JR, dan masyarakat tetap berjalan kondusif.

Pihaknya berharap aksi penghadangan tidak kembali dilakukan. Oleh karena itulah, akan dilakukan hearing untuk mencari langkah terbaik. 

"Nanti kita laksanakan hearing, mudah-mudahan bisa menghasilkan kesepakatan di antara kedua belah pihak," kata wakapolres. 

Baca juga: Kronologi Wakapolres Adu Mulut Dengan Warga yang Blokade Truk Batu Bara di Lebong Bengkulu

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved