Kamis, 23 April 2026

Berita Kota Bengkulu

Belasan Sapi di Kota Bengkulu Diduga Terjangkit Virus Jembrana, 6 di Antaranya Mati

Sebanyak 13 sapi di Kota Bengkulu diduga terjangkit penyakit jembrana, 6 di antaranya mati karena sakit.

Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Yunike Karolina
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bengkulu Henny Kusuma Dewi. Sebanyak 13 sapi di Kota Bengkulu diduga terjangkit penyakit jembrana, 6 di antaranya mati karena sakit. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU- Sebanyak 13 sapi di Kota Bengkulu diduga terjangkit penyakit jembrana, 6 di antaranya mati karena sakit.

Dikatakan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sapi-sapi yang mati.

Menindaklanjuti laporan Ketua RW Bangkahan di Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Hasil pemeriksaan, petugas menemukan penyebab sapi sakit bukan karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), melainkan penyakit lainnya diduga karena serangan virus jembrana.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan, gejalanya tidak sesuai dengan PMK. Tidak ada luka di mulut, tetapi gejala yang muncul lebih menyerupai penyakit berbahaya lainnya. Seperti kehilangan nafsu makan, kelesuan, demam, dan kejang sebelum sapi jatuh sakit," kata Henny, Kamis (23/1/2025).

Henny juga mengungkapkan bahwa ada tanda-tanda virus berbahaya yang menyerang sapi-sapi di Kota Bengkulu telah mengalami mutasi. 

Tanda-tanda ini terlihat dari adanya pembengkakan pada kelenjar di kaki depan sapi yang terinfeksi.

“Meskipun tidak seburuk kasus biasanya, namun terdapat benjolan di kelenjar di kaki depan sapi. Kami menduga virus ini telah berubah bentuk, sehingga gejalanya sedikit berbeda,” jelas Henny.

Penyakit ini menyerang sapi Bali dan disebabkan oleh Retrovirus dari keluarga Lentivirinae sehingga disebut juga penyakit jembrana.

Gejala penyakit ini antara lain depresi, kehilangan nafsu makan, demam, pembengkakan kelenjar limfe, diare berdarah, dan perdarahan kulit. 

DKPP Kota Bengkulu, terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap sapi-sapi lainnya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

"Masyarakat kita minta untuk segera melaporkan apabila hewan ternak mereka menunjukkan gejala serupa," imbuh Henny.

Baca juga: Cara Peternak di Kota Bengkulu Obati PMK, Punya Racikan Makanan Sendiri-Pakai Antibiotik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved