Kamis, 4 Juni 2026

Berita Kota Bengkulu

Pengunjung Wisata Pantai Jakat Kota Bengkulu Sepi saat Long Weekend Imbas Cuaca Ekstem

Jumlah pengunjung di Wisata Pantai Jakat Bengkulu, menurun drastis, pada masa libur Nasional 2025.

Tayang:
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
Suasana di pantai Jakat Kota Bengkulu, pada Senin (27/1/2025) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Jumlah pengunjung di Wisata Pantai Jakat Bengkulu, menurun drastis meski libur Nasional 2025 dan long Weekend dari 25-29 Januari 2025..

Dari pantauan Tribun Bengkulu.com, kunjungan wisatawan terlihat longgar bahkan pengunjung terlihat tidak terlalu memadati sekitar pantai, Senin (27/1/2025).

Selain itu, spot parkir kendaraan pengunjung di pantai tersebut, hanya diisi oleh beberapa kendaraan roda dua dan roda empat.

Pemilik penyewaan banana boat dan tempat bilas Ida (60), mengatakan, anjloknya jumlah wisatawan di pengunjung tahun 2025 dikarenakan faktor cuaca ekstrem sejak sepekan terakhir.

"Iya karena cuaca ekstrem, jadi sepinya pengunjung yang mendatangi pantai jakat ini," singkat Ida.

Menurutnya, apabila libur panjang banyak pengunjung yang berdatangan untuk menikmati keindahan pantai Jakat Kota Bengkulu.

Baca juga: Viral Aksi Tawuran Antar 2 Kelompok Remaja di Bundaran Kota Mukomuko Bengkulu, Ini kata Polisi

"Tidak seperti biasanya di libur panjang seperti ini, di pagi hari biasanya sudah ramai anak-anak yang datang untuk berenang. Namun, sejak kemarin, hanya ada beberapa orang saja yang datang," ucap Ida kepada TribunBengkulu.com.

Cuaca yang tidak menentu inilah yang membuat para wisawatan, agak pesimis untuk berlibur di Pantai jakat saat masa libur Nasional.

"Mungkin banyak yang takut, akibat pasangnya air laut, membuat pengunjung enggan berlibur di wisata ini, karena khawatir dengan keadaan alam seperti itu," sambungnya.

Kemudian ia menjelaskan seluruh persiapan pengelola wisata sudah optimal menyabut wisatawan pada masa liburan ini.

Namun, seluruh hal yang telah direncanakan jauh dari harapan.

"Mulai tempat dan peralatan banana bot sudah siap semua. Tapi karena daya beli pengunjung yang menurun, jumlah wisatawan yang datang sangat turun drastis," tuturnya.

Pada masa liburan yang lalu-lalu, Ida mengatakan perhari bisa mencapai omset hingga Rp 3 Juta perhari. Namun sepekan ini tidak sampai hingga Rp 1 Juta perhari.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved