Senin, 8 Juni 2026

Berita Mukomuko

Petani di Mukomuko Bengkulu Ungkap Masih Jual Gabah Padi di Bawah HPP

Harga Gabah Padi Naik Rp 6.500 per kilogram, Petani di Mukomuko ungkap masih menjual di harga Rp 6.000 per kilogram dengan kualitas terbaik.

Tayang:
Panji Destama/ Tribunbengkulu.com
HARGA GABAH PADI - Kepala Desa Lubuk Gedang, Yunna Suwardi saat diwawancarai, Kamis (20/2/2025). Petani di Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lubuk Pinang, Mukomuko Bengkulu ungkap masih menjual harga gabah padi di angka Rp 6.000 per kilogram meskipun sudah naik menjadi Rp 6.500 per kilogram. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Petani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengaku masih menjual gabah padi di harga Rp 6.000 per kilogram.

Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan harga pokok penjualan (HPP) gabah padi di seluruh Indonesia Rp 6.500 per kilogram.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Lubuk Gedang yang juga merupakan seorang petani, Yunna Suwardi saat ditemui TribunBengkulu.com, Kamis (20/2/2025).

“Untuk harga jual gabah kita masih di harga Rp 6.000 per kilogram, harga itu untuk kualitas terbaik,” ungkap Yunna, saat diwawancarai, Kamis (20/2/2025).

Baca juga: Jejak Harimau Sumatera Kembali Ditemukan di Mukomuko Bengkulu, BKSDA Siapkan 2 Unit Box Trap

Dirinya sudah mengetahui jika harga jual gabah padi sudah naik dari Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 6.500 per kilogram.

Namun yang terjadi di Desa Lubuk Gedang, petani hanya menjual gabah padi di harga Rp 6.000 per kilogram.

“Kalau informasinya harga gabah padi Rp 6.500 per kilogram, tapi di kalangan petani di Desa Lubuk Gedang hanya Rp 6.000 per kilogram, jika kualitasnya kurang baik bisa dibawah Rp 6.000 per kilogram,” tutur Yunna.

Dengan adanya kebijakan pemerintah terkait HPP gabah padi Rp 6.500 per kilogram itu sangat baik dan sangat diterima masyarakat khususnya masyarakat Desa Lubuk Gedang yang rata-rata petani.

Namun kenyataannya harga gabah padi di tingkat petani masih di harga Rp 6.000 per kilogram.

"Harapannya pemerintah Kabupaten, Provinisi ataupun Pusat dapat membantu kami sebagai petani ini dalam menjual gabah padi dengan harga yang sudah ditetapkan, namun hingga kini belum ada petunjuk apapun dan tindakkan apapun,” jelas Yunna.

Selain itu, Yunna mengungkapkan untuk luas sawah yang berada di Desa Lubuk Gedang ini seluas 200 hektare.

Untuk satu hektare sawah dapat menghasilkan gabah padi sebanyak 9 ton setiap panen.

“Luas sawah yang dimiliki lebih kurang 200 hektare, untuk satu hektare bisa menghasilkan 9 ton gabah padi, jadi kalau sekali panen bisa 1.800 ton gabah padi setiap panen,” tutup Yunna.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved