Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Waspada DBD, Dinkes Imbau Masyarakat Bengkulu Utara Lakukan Pencegahan Dini

Koordinator P2p Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara Bintoro Wahyudi imbau masyarakat lakukan pencegahan dini penyakit DBD.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M. Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
Sub Koordinator P2p Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara Bintoro Wahyudi saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Jumat (21/2/2025). Bintoro mengimbau masyarakat lakukan pencegahan dini penyakit Demam Berdarah Dengue DBD pada musim penghujan.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Tercatat sudah 25 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2025. 

Sub Koordinator P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara Bintoro Wahyudi imbau masyarakat lakukan pencegahan dini penyakit DBD pada musim penghujan. 

"Berdasarkan jumlah total kasus DBD kita itu 496, dengan yang meninggal itu 1 orang ditambah dengan adanya penyakit penyerta terjadi pada bulan September 2024. Jumlah kasus tersebut lebih tinggi dibandingkan awal tahun 2024 kemarin," terang Bintoro, Jumat (21/2/2025).

Dari sejumlah kasus DBD tersebut banyak terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Arga Makmur dan Ketahun, mengingat jumlah penduduk yang padat 

"Kecamatan yang paling banyak terjangkit penyakit DBD itu Arga Makmur dan Ketahun karena kepadatan penduduk," ucap Bintoro. 

Selain itu juga yang menjadi penyebab utama meningkatnya kasus DBD di Bengkulu Utara karena lokasi perkembangbiakan nyamuk yang menjadi sumber penyakit tidak terawasi. 

"Penyebab utama itu masih banyak tempat perkembangbiakan nyamuk yang tidak terawasi seperti di bengkel ban bekas dan tempurung tempat sadap karet yang terapung air hujan dan lainnya," ungkap Bintoro. 

Ditambah lagi Bengkulu Utara sedang mengalami musim hujan dalam beberapa minggu bulan Februari 2025. 

Sehingga perlu adanya tindakan penanganan yang mencegah peningkatan kasus DBD mulai dari penanganan pengobatan hingga penyemprotan fogging dan pemberian abate. 

Namun tindakan paling tepat untuk menekan angka kasus DBD adalah dengan pencegahan. Baik secara mandiri oleh masyarakat, dengan meningkatkan kesadaran untuk melakukan tindakan pemberantasan sarang nyamuk atau Pemberantasan Sarang Nyamum (PSN). 

Baca juga: Pelajar Terdampar di Pesisir Pantai Terapik Ketahun Bengkulu Utara, Ditemukan Nelayan

"Fogging itu tidak menjadi hal yang utama karena hari ini difogging besok jentik nyamuknya menetas jadi tidak efektif, makanya pemberantasa yang terbaik adalah PSN," jelas Bintoro. 

Oleh sebab itu Bintoro mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara untuk dapat melakukan PSN dalam upaya pencegahan penyakit DBD. 

"Kami mengimbau kepada segenap masyarakat untuk melakukan pencegahan dini penyakit DBD dengan PSN, awasi lokasi yang menjadi sumber penyakit tersebut apalagi musim penghujan ini," imbau Bintoro. 

Ia juga berharap kasus penyakit DBD di Kabupaten Bengkulu Utara kedepannya dapat menurun. 

"Semoga kedepannya kasus DBD di Bengkulu Utara mengalami penurunan," harap Bintoro. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved