Jumat, 12 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

PWI Bengkulu Selatan Wujudkan Asta Cita Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto

PWI Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Focus Groub Discussion (FGD) dalam mendukung asta cita program Presiden Prabowo

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
FGD PWI - Foto bersama FGD untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam konsulidasi pertanian guna mewujudkan pangan komoditas beras di Bengkulu Selatan pada Senin (24/2/2025) di Aula Bappenda Litbang. Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Focus Groub Discussion (FGD) dalam mendukung asta cita program Presiden Prabowo. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Focus Groub Discussion (FGD) dalam mendukung asta cita program Presiden Prabowo.

Ketua PWI Bengkulu Selatan Suswadi Ali Kusumo mengatakan, kegiatan FGD ini untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam konsulidasi pertanian guna mewujudkan pangan komoditas beras di Bengkulu Selatan.

“FGD ini kita gelar sebagai bentuk kepedulian kita wartawan terkait dengan program pemerintah terutama asta cita program Presiden Prabowo ini yaitu fokus ketanan beras,” ujar Suswadi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (24/2/2025).

Suswadi menyebutkan, pihaknya memilih ketahan pangan beras yaitu beras karena Bengkulu Selatan menjadi salah satu daerah penghasil beras terbesar di Bengkulu, namun sekarang malah menjadi daerah pemasok beras.

Baca juga: Kapolres Pantau Langsung ke Posko Rifai-Yevri Jelang Putusan MK Soal Pilkada Bengkulu Selatan

“Banyak beras dari daerah lain yang sudah masuk ke Bengkulu Selatan dan ini menjadi suatu masalah bagi kita, sehingga kita sebagai prmbangun pemerintahan juga ikut mendukung ketahanan pangan inis serta mencari solusi bagaiman beras di Bengkulu Selatan dapat kita kembalikan seperti yang dulu,” harap Suswadi.

Kekurangan beras ini sendiri tidak lain banyaknya lahan padi yang sekarang menjadi lahan sawit ataupun lahan jagung.

Hal itu dikarenakan faktor air irigasi di Bengkulu Selatan yang tidak berfungsi dengan baik.

Sehingga banyaknya lahan padi yang tidak punya air ketika sudah memasuki masa tanam.

“Jadi irigasi ini menjadi fokus kita bagaimana kita mengembalikan kembali irigasi kita atau memperbaikinya, kami mintak masalah ini segera teratasi,” kata Suswadi.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Kepala Bidang Holtikoltura Rita Ekawati, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Marwin, Ketua Komisi II DPRD BS Nissan Deni Purnama.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved