Selasa, 2 Juni 2026

Berita Kota Bengkulu

Pemkot Bengkulu Akan Terapkan Subsidi Silang Terkait Retribusi Sampah, Begini Skemanya

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, akan menerapkan skema subsidi silang terkait retribusi sampah di Kota Bengkulu

Tayang: | Diperbarui:
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
APEL PERDANA DEDY - Wali Kota dan Wakil Wali kota Bengkulu Dedy Wahyudi-Rony PL Tobing saat silutahrahmi dengan seluruh OPD di lingkup Pemkot Bengkulu. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, akan menerapkan skema subsidi silang terkait retribusi sampah di Kota Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU- Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi akan menerapkan skema subsidi silang terkait retribusi sampah di Kota Bengkulu

Upaya ini, guna mendukung dalam program 100 hari kerja salah satunya dalam hal penanganan sampah di Kota Bengkulu.

Untuk menangani permasalahan sampah  Pemerintah Kota Bengkulu akan melibatkan langsung masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan kebersihan.

Dengan mengaktifkan kembali program 'Bengkulu Bisa' (Bersih, Indah, Sejuk, dan Aman).

Menurutnya, partisipasi masyarakat, sangat dibutuhkan dan akan menjadi kunci. 

Sebagai bentuk kontribusi masyarakat, warga diwajibkan membayar iuran pengelolaan sampah dengan besaran yang bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per bulan.

Baca juga: Apel Perdana, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Tekankan Pembayaran TPP dan TPG Harus Tepat Waktu

Namun, untuk warga kurang mampu, pemerintah berencana menerapkan sistem subsidi silang agar mereka tidak terbebani biaya.

Kemudian, ia memastikan bagi masyarakat yang tidak mampu, sampahnya akan tetap dipungut oleh LPM, karena dengan sistem subsidi silang.

"Orang yang mampu tentu bayarnya tidak mungkin hanya Rp 30.000. Mereka bisa Rp 50.000 atau Rp100.000. Bahkan, ada yang dengan sukarela membayar lebih. Artinya, kelebihan pembayaran ini bisa membantu mereka yang tidak mampu," jelasnya.

Selain upaya pengelolaan sampah, Wali Kota juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menyoroti kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dan mengingatkan bahwa hal tersebut tidak akan ditoleransi ke depannya.

"Biasanya orang sadar kebersihan ketika melihat sampah berserakan, langsung dipungut dan malu untuk membuang sembarangan. Namun, saat ini masih banyak yang kurang peduli, bahkan ada yang membuang sampah dari dalam kendaraan. Ke depan, hal ini tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.

Menurutnya, dengan cara gotong royong seperti ini persoalan sampah di kota Bengkulu dapat tertangani.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved