Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu

Aksi Perang Sarung di Bengkulu, Pemilik Warung Jadi Korban Hingga Alami Memar

Aksi Perang Sarung Modifikasi di Bengkulu Kian Marak, Pemilik Warung Kampung Kelawi Jadi Korban

Tayang:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
HO/CCTV warung milik Martin
PERANG SARUNG - Rekaman CCTV aksi perang sarung modifikasi yang terjadi di warung Milik Martin warga Kampung Kelawi Kota Bengkulu, Sabtu (8/3/2025) dini hari sekitar pukul 00.07 WIB. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Saat bulan Ramadan aksi perang sarung di Kota Bengkulu tampaknya kian marak terjadi.

Bahkan salah seorang pemilik warung di Kelurahan Kampung Kelawi Kecamatan Sungai Serut bernama Martin, ikut jadi korban.

Kejadian bermula saat Martin sedang duduk di meja kasir warung miliknya, pada Sabtu (8/3/2025) dini hari sekitar pukul 00.07 WIB.

Kemudian datanglah sekelompok remaja mengejar sekelompok remaja lainnya yang membawa sarung yang sudah dimodifikasi menggunakan batu pada ujungnya.

Karena ketakutan 1 orang remaja kemudian masuk ke warung milik Martin dan kemudian diikuti oleh 3 remaja yang membawa sarung modifikasi.

Baca juga: 13 Remaja di Kota Bengkulu Diamankan Polisi, Diduga Hendak Perang Sarung Modifikasi Batu dan Paku

Ketika hendak menghantam remaja yang berlari masuk ke warung milik Martin, salah satu remaja yang mengejar malah mengenai tangan Martin yang membuat tangannya memar.

Aksi para remaja tersebut masuk ke warung milik Martin sempat terekam kamera CCTV dan sudah diposting di media sosial.

"Selain sempat mengenai tangan suami saya (Martin), beberapa minuman kaleng juga rusak karena mereka," ungkap Leftiana istri dari Martin pemilik warung, Sabtu (8/3/2025).

Berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari para remaja tersebut mereka awalnya sudah melakukan perang sarung di kawasan Terminal Sungai Hitam.

Namun karena saling kejar mereka terpisah dari rombongan kelompoknya, dan sitibanya di kawasan Kampung Bali sempat kehabisan bensin.

Mereka yang kehabisan bensin kemudian berlari ke arah warung milik Martin karena masih dikejar oleh kelompok lawannya, sehingga terjadilah kejadian tersebut.

"Kalau jumlahnya lebih belasan orang, tapi yang masuk ke warung kami ini ada sekitar 4 orang," kata Leftiana.

Jika melihat dari usia remaja yang terlibat perang sarung tersebut, Leftiana yakin jika mereka masih berstatus sebagai pelajar yang kemungkinan masih duduk di bangku SMA.

Dengan adanya kejadian ini dirinya berharap agar pihak berwajib dapat melakukan upaya pencegahan terutama terhadap geng-geng remaja yang kerap melakukan perang sarung dan meresahkan masyarakat.

"Kepada pihak berwajib, ya kita minta tolong diamankan lah agar tidak meresahkan kita lagi sebagai masyarakat," ujar Leftiana.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved