Rabu, 8 April 2026

Jadwal Libur Sekolah

Dipercepat, Ini Jadwal Libur Sekolah Terbaru di Rejang Lebong Bengkulu

Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong Drs. Noprianto menerangkan, libur sekolah yang semula dijadwalkan mulai 24 Maret berubah menjadi tanggal 21 Maret.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
LIBUR SEKOLAH - Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong Noprianto saat diwawancara pada Jumat (14/3/2025). Jadwal libur sekolah di Rejang Lebong dipercepat, mulai dari 21 Maret hingga 8 April 2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pemerintah Pusat memutuskan untuk mempercepat jadwal libur sekolah menjelang lebaran Idul Fitri. 

Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) yang diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong, libur sekolah akan dimulai pada tanggal 21 Maret 2025 nanti.

Oleh karena itu, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah selama bulan Ramadhan menjadi lebih singkat dibandingkan sebelumnya.

Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong Drs. Noprianto menerangkan, libur sekolah yang semula dijadwalkan mulai 24 Maret berubah menjadi tanggal 21 Maret 2025.

Sehingga sejak tanggal tersebut, sekolah akan diliburkan hingga tanggal 8 April 2025 seusai lebaran Idul Fitri.

"Liburnya dimajukan, sedangkan untuk masuknya masih sama, yakni tanggal 9 April 2025 nanti," ungkap Noprianto.

Noprianto juga mengungkapkan dikbud telah mengeluarkan edaran ke seluruh satuan pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rejang Lebong.

Masa libur sekolah tersebut diberikan guna memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk lebih mendapatkan momen bersama keluarga.

Baik saat bulan Ramadan maupun hingga Idul Fitri nantinya.

"Jadi baik guru maupun siswa lebih banyak momen bersama keluarga, kita juga mendukung penuh kebijakan libur yang dimajukan ini," lanjut Noprianto. 

Ia berharap libur sekolah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru.

Namun ia juga meminta agar orangtua siswa dapat membantu mengawasi anak-anaknya.

Terutama untuk melarang anak-anaknya berkeliaran menggunakan sepeda motor pada waktu malam hari.

Hal ini dilakukan agar tidak ada kegiatan negatif yang bisa saja terjadi. Mulai dari balap liar, perang sarung hingga sebagainya. 

“Manfaatkan libur itu nanti dengan sebaiknya, jangan digunakan dengan kegiatan-kegiatan negatif, kita berharap pihak orangtua bisa membantu mengawasi anak-anaknya," imbuh Noprianto.

Baca juga: Alasan 14 ASN di Rejang Lebong Bengkulu Tak Dikantor saat Sidak Bupati, Beli Sayur-Sakit Perut

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved