Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Viral Pelayanan Cuci Darah di RSUD HD Manna Bengkulu Selatan Tidak Maksimal, Plt Direktur Buka Suara

Akibat viral di salah satu sosial media akun Facebook yang berisi pasien yang ingin cuci darah di RSUD HD Manna tidak berjalan maksimal

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkupu.com
PELAYANAN CUCI DARAH - Plt Direktuk RSUD HD Manna Doni Helmiyadi (kanan) didampingi Kabid Pelayana, Dewi yulistin (kiri) saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (14/3/2025). Doni mengatakan viralnya pelayanan cuci darah di RSUD HD tidak maksimal karena BHP habis cuman kesalahan teknis sebut akan tambah vendor. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Viral di sosial media akun Facebook yang berisi pasien yang ingin cuci darah di RSUD HD Manna, Bengkulu Selatan tidak berjalan maksimal, pada Jumat 14 Maret 2025 dengan alasan Barang Habis Pakai (BHP) untuk melakukan Hemodialisa habis.

Sehingga sempat membuat masyarakat panik, menanggapi hal itu Direktur RSUD HD Manna Plt Doni Helmiyadi melakukan konfrensi pers menjelaskan duduk permasalahan yang viral tersebut.

Ia memastikan palayanan cuci darah ditangani serius serta akan menambah vendor.

“Sebenarnya ini masalah teknis, karena alat yang dikirim oleh vendor dari Kota Surabaya ke gudang di Kota Bengkulu belum sampai ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna," ujar Doni kepada TribunBengkulu.com, Jumat (14/3/2025).

 Doni mengatakan, BHP Hemodialisa tersebut selalu dipesan RSUD setiap minggunya.

Baca juga: Dinkes Bengkulu Selatan Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat yang Ulang Tahun

Bahkan, jika barang tersebut telah habis sebelum jadwal pengiriman, pesanan baru disampaikan.

"Setiap Senin barang BHP hemodialisis sampai di RSUD dengan stok 50 unit. Jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk melayani pasien yang ada," tegas Doni.

Adapun penanganan hemodialisis yang dimaksud yaitu proses penyaringan darah menggunakan mesin untuk membuang limbah, garam berlebih, dan cairan dari tubuh ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik. Setiap pasien haru mendaftar dulu untuk menentukan jadwal pelayanan.

"Kebutulan tadi alat BHP hemodialisis belum sampai. Kami juga mengucapkan terima kasih tadi kepada Pak Wabup yang ikut membantu untuk mempercepat datangnya alat BHP hemodialisis. Sehingga tidak ada pasien yanh tidak mendapatkan pelayan," jelas Doni.

Dengan adanya kesalahan teknis tersebut maka Doni akan meningkatkan pelayanan pada penanganan cuci darah di RSUD HD Manna dengan menambah jumlah vendor penyuplai alat BHP Hemodialisa.

"Tentunya kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Tidak mungkin kami akan biarkan pasies tidak mendapatkan pelayanan hingga berujung fatal," kata Doni.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved