Selasa, 14 April 2026

Berita Bengkulu Utara

Bulog Serap 132 Ton Beras Dari Petani Bengkulu Utara Hingga Maret 2025

Sebanyak 132 ton stok beras hasil serapan bulog Bengkulu Utara dari petani pada minggu ketiga Maret 2025. 

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M. Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
SERAPAN BULOG - Kepala gudang Bulog Bengkulu Utara, Henopi saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Selasa (18/3/2025). Sebanyak 132 ton stok beras hasil serapan bulog Bengkulu Utara dari petani pada minggu ketiga Maret 2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Sebanyak 132 ton stok beras hasil serapan bulog Bengkulu Utara dari petani tercatat hingga minggu ketiga Maret 2025. 

"Penyerapan beras dalam negeri untuk Kabupaten Bengkulu Utara sudah 132 Ton terhitung kemarin," ucap Kepala gudang Bulog Bengkulu Utar Henopi, pada Selasa (18/3/2025). 

Sejumlah 132 ton beras tersebut diserap dari petani yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara dan kabupaten lain. 

"Serapan itu berasal dari Kabupaten Bengkulu Utara dan ada juga dari Lebong, Namun dari kita sendiri sekitar 40 ton," ungkap Henopi. 

Bulog di Bengkulu Utara masih menyerap setara beras dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. 

Adapun ketentuan tersebut terbagi menjadi beberapa kriteria yakni terbagi dari Gabah Kering Panen (GKP) di petani dan  Gabah Kering Panen (GKP) di penggilingan dengan batas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. 

Baca juga: 67,2 Ton Benih Padi dari Kementan Didistribusikan ke 206 Kelompok Tani di Bengkulu Utara

Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG), di penggilingan dan Gabah Kering Giling (GKG) di Gudang Bulog dengan batas kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen. 

"Untuk Gabah Kering Panen (GKP) di Petani Rp 6.500/kg, Gabah Kering Panen di penggilingan Rp 6.700/kg, Gabah Kering Giling di Pengilingan Rp 8.000/kg dan gabah kering giling di gudang bulog Rp 8.200/kg," terang Henopi. 

Selain itu untuk serapan beras di Gudang Bulog dengan kualitas derajat sosoh minimal 100 persen, kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 25 persen dan butir menir maksimal 2 persen dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp 12.000 perkilogramnya. 

Kemudian untuk pembelian gabah dan beras dengan harga tersebut mengunakan sistem antar dan jemput langsung kelokasi. 

"Biasanya ada yang dijemput dan ada juga yang ngantar kegudang, kalau masuk ketentuan standar penerimaan pemerintah diterima kalau tidak masuk standar ditolak," ungkap Henopi. 

Oleh sebab itu ia mengimbau kepada petani yang mengantarkan beras ke gudang untuk dapat menyesuaikan dengan ketentuan penerimaan yang telah diberlakukan. 

"Kami mengimbau petani untuk memperhatikan waktu panen padi sesuai dengan umur panen, kadar air bagus, tidak ada hampa dan bersih tidak kotor," imbau Henopi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved