Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Selama Ramadan, Volume Sampah di Bengkulu Selatan Meningkat Hingga 50 Ton Perhari

DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan menyebutkan volume sampah selama bulan Ramadhan 1446 Hijriyah (H) meningkat hingga 50 ton perhari.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
VOLUME SAMPAH - Kabid Kebersihan DLHK Bengkulu Selatan Yovi Apriani saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (21/3/2025). Yovi menyebutkan volume pembuangan sampah selama ramadan meningkat mencapai hingga 50 ton per hari. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan menyebutkan volume sampah selama bulan Ramadan 1446 Hijriyah (H) meningkat hingga 50 ton perhari.

Kabid kebersihan DlHK Bengkulu Selatan Yovi Apriani mengatakan, volume sampah selama puasa meningkat karena banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan selama puasa.

Menurutnya, jika hari biasanya itu hanya 20-30 ton volume sampah perhari sekarang mencapai 50 ton volume sampah perhari yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Selama puasa itu jenis sampah yang kita hasilkan kebanyakan sampah rumah tangga dan sampah industri seperti bekas ayam potong sesuai dari pengamatan kami beberapa karung bulu ayam serta dari industri usaha kelapa muda karena memasuki bulan ramadhan banyak sekali bekas kelapa muda,” ujar Yovi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (21/3/2025).

Baca juga: Banyak Fasilitas Rusak, Dispar Ingatkan Pengunjung Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan Berhati-hati

Selain itu, selama bulan ramadan hingga meningkatnya volume sampah juga disebabkan karena pembuangan sampah sembarangan dan titik pembuangan sampah liar selama puasa juga bertambah seperti di Jalan Padang Panjang jembatan rusak, Tebing Lubuk Manau, di daerah Pasar Bawah tempatnya Jembatan Dua Ayu.

“Itu titik lama pembuangan sampah liar yang kita bersihkan. Namun saat puasa ada beberapa titik bertambah termasuk ada di Jalan Jalur Gunung Tiga dan serkuit tapi semuanya sudah dibersihkan oleh tim tapi beberapa titik yang menumpuk banyak belum bisa diselesaikan karena keterbatasan armada,” tegas Yovi.

Adapun armada saat ini telah banyak rusak dan tidak layak pakai seperti satu buah ambrol yang tidak layak jalan, empat buah mobil yang dua itu memang sudah tidak layak jalan.

“Jadi hanya ada empat dump truck yang masih berfungsi, namun untuk armada yang rusak telah kita lakukan pemanggilan teknesi dan ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Yovi.

Ditambahkan Yovi, sekarang ini untuk melakukan pencairan harus sesuai regulasi aturan untuk pencairan pemeliharaan dan serfis membutuhan waktu cukup lama, namun untuk persiapan administrasi sudah dilakukan.

Sebagai informasi pembayaran sampah di TPA senilai Rp 5 ribu per bulan, maka diharapkan masyarakat silahkan berlangganan sampah karena nanti akan masuk kas daerah langsung dan harga tersebut sudah sesuai dengan perda yang berlaku.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved