Selasa, 9 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Nasib Pria di Bandung Masuk Daftar Hitam KAI-Dilarang Selamanya Naik Kereta, Perkara Hal Ini

Aksi pelecehan seksual ini terbongkar setelah korban berteriak histeris saat turun dari kereta di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN
PELECEHAN: Seorang pria ditangkap petugas keamanan Stasiun Padalarang karena melakukan pelecehan seksual di kereta Commuter Line, Selasa (1/4/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Seorang pria mendapatkan sanksi tegas berupa larangan permanen menggunakan layanan kereta api akibat perbuatan cabulnya yang terpergok di dalam gerbong Commuter Line Bandung Raya,  tersebut.

Aksi pelecehan seksual ini terbongkar setelah korban berteriak histeris saat turun dari kereta di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa malam, (1/4/2025).

Menurut Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Atlan, insiden memalukan ini terjadi dalam perjalanan kereta dari Cicalengka menuju Padalarang.

Korban yang sadar mengalami pelecehan langsung berteriak hingga menarik perhatian penumpang lain dan petugas keamanan.

"Pengguna teriak histeris karena adanya pengguna lain seorang laki-laki melakukan perbuatan non-verbal dengan menyentuh bagian punggung pengguna tersebut,” kata Leza dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4/2025).

Pelaku sempat mencoba melarikan diri dengan bersembunyi di toilet stasiun, tetapi korban berhasil mengingat ciri-cirinya.

Petugas keamanan yang bergerak cepat akhirnya menangkap pria tersebut dan membawanya ke ruangan stasiun untuk diperiksa.

Leza mengatakan, pelaku mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya.

Namun, KAI Commuter mengambil tindakan tegas dengan memasukkan identitasnya ke dalam daftar hitam.

Atas perbuatannya, pelaku dilarang lagi menumpang commuter line dan aksi pelecehan ini telah dilaporkan kepada aparat berwajib.

KAI Commuter juga mengajak seluruh pengguna layanan untuk tidak takut melaporkan kejadian serupa kepada petugas.

“Kami berharap kepada seluruh pengguna yang melihat atau menjadi korban untuk tidak takut berteriak atau meminta bantuan pengguna lain. Berani speak up,” kata Leza. 


Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved