Senin, 27 April 2026

Berita Bengkulu Selatan

Sampah di Bengkulu Selatan Tembus 75 Ton Perhari saat Lebaran 2025

Selama lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah (H) tahun 2025 sampah di Bengkulu Selatan meningkat tembus hingga 75 ton

Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
ARMADA KURANG - Kepala DLHK Bengkulu Selatan Haroni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (24/3/2025). Selama lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah (H) tahun 2025 sampah di Bengkulu Selatan meningkat tembus hingga 75 ton perhari di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Selama lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah (H) tahun 2025 sampah di Bengkulu Selatan meningkat tembus hingga 75 ton perhari di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan Haroni menyebutkan, banyak sampah selama lebaran ini karena libur panjang lebaran dan aktivitas Hari Raya Idul Fitri yang menyebabkan sampah membludak dan bertambah saat Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Selain itu petugas pembersih sampah DLHK yang bertugas saat hari Raya Idul Fitri 1446 ini juga libur sejak tanggal 30 Maret hingga 2 April 2025.

Sehingga menyebabkan beberapa sampah liar membludak dan sempat dibersihkan.

"Jadi begini, memang pada saat lebaran kita kan boleh dianggap petugas kita libur ya. Namun, dua hari sebelum lebaran, yaitu hari Sabtu, 29 Maret 2025 kami sebenarnya sudah ada Gotong Royong di tebing Lubuk Manau jalan raya Kayu Kunyit Kecamatan Manna. Setelah dilakukan gotong royong, kawasan tebing Lubuk Manau Itu sangat bersih dari sampah," ujar Haroni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (8/4/2025).

Saat petugas pembersih dan pengangkut sampah libur yang menyebabkan sampah di beberapa titik semakin membludak karena tidak adanya yang melakukan pengangkutan sampah.

Namun setelah petugas kembali masuk saat ini telah masuk kembali dan memulai kembali bekerja dengan mendahulukan mengangkut sampah di tempat warga baru di titik-titik sampah liar.

"Seperti yang kita tahu bahwa kami kekurangan mobil operasional makanya kami mendahulukan mengangkut sampah di tempat warga karena telah bekerja sama dengan kita dan masuk PAD maka kita dahulukan, sedangkan untuk titik sampah liar nanti kita bersihkan kalau di perumahan warga sudah selesai kita angkut ke PAD,” tegas Haroni.

Jumlah operasional armada yang bekerja sebanyak 6 armada dan jumlah petugas kebersihan DLHK sekarang adalah 190 pekerja untuk petugas sapu jalan dan 30 orang untuk pekerja pengangkut sampah.

Masyarakat agar dapat memilah sampah tersebut dan dimanfaatkan kembali.

"Kami berharap kepada masyarakat agar dapat berinovasi kepada sampah yang ada, mana yang masih bisa dimanfaatkan dan sampah juga bisa di bakar dalam jumlah yang kecil agar tidak menyebabkan polusi udara,” harap Haroni.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved