Selasa, 9 Juni 2026

Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai

Curhat Nabila Terjebak di Enggano Bengkulu karena Tak Ada Kapal, Gagal Ikut Tes Perguruan Tinggi

347 penumpang KMP Pulo Tello dari Pulau Enggano tiba di Pelabuhan Pulau Baai, setelah terjebak lebih dari 2 minggu kapal tak beroperasi, pada Kamis

Tayang:
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Yunike Karolina
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
PENDANGKALAN PELABUHAN - Kapal TB Marini tiba di Dermaga Pelabuhan Perintis, Kamis (17/4/2025). 347 penumpang KMP Pulo Tello dari Pulau Enggano tiba di Pelabuhan Pulau Baai, setelah terjebak lebih dari 2 minggu kapal tak beroperasi, pada Kamis pagi (17/4/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - 347 penumpang KMP Pulo Tello dari Pulau Enggano tiba di Pelabuhan Pulau Baai, setelah terjebak lebih dari 2 minggu kapal tak beroperasi, pada Kamis pagi (17/4/2025).

Dari pantauan TribunBengkulu.com, kedatangan penumpang dilakukan dengan proses melangsir secara bertahap menggunakan 10 kapal bantuan yang berlabuh di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Di balik rasa syukur dan bahagia dapat kembali ke Kota Bengkulu, salah satu penumpang, Nabila Nur Sahaja (20) harus merelakan mimpinya untuk ikut tes masuk perguruan tinggi.

Nabila mengungkapkan, ia telah mendaftar di salah satu perguruan tinggi di Bengkulu pada bulan puasa lalu.

"Iya, saya mendaftar bulan puasa kemarin. Saat berangkat, saya tidak tahu bahwa itu adalah kapal terakhir yang akan berlayar," ungkap Nabila.

Nabila berangkat menuju Pulau Enggano untuk pulang ke rumah orang tuanya sekaligus merayakan Lebaran.

"Rencananya, saya mau pulang ke rumah orang tua di sana, sekalian untuk lebaran," ujar Nabila.

Namun, ia kemudian mendapat kabar bahwa kapal tidak dapat berlayar dan berhenti beroperasi karena tidak bisa keluar dari alur Pelabuhan.

"Awalnya saya tidak terlalu panik setelah mendengar kabar itu, karena saya pikir, itu tidak akan berlangsung lama. Namun ternyata, kapal tersebut berhenti beroperasi dua minggu," lanjutnya.

Karena penundaan tersebut, Nabila harus merelakan kesempatan mengikuti tes yang dijadwalkan pada tanggal 15 April 2025.

"Tesnya pada tanggal 15, sedangkan kapal baru berangkat hari ini. Jadi saya sudah terlambat untuk ikut tesnya," sambung Nabila.

Meskipun merasa kecewa, mengingat perguruan tinggi tersebut adalah impiannya sejak lama, Nabila menyatakan akan mencari alternatif lain.

"Mau gimana lagi, mungkin saya harus mencari perguruan tinggi lain di sini," kata Nabila.

Baca juga: Bawa 347 Penumpang dari Pulau Enggano Bengkulu, KMP Pulo Tello Lego Jangkar

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved