Senin, 1 Juni 2026

Penemuan Mayat di Muara Jenggalu

Polisi Selidiki Identitas Mayat Dalam Karung di Bengkulu, Ambil Sampel DNA Keluarga Bocah Hilang

Memasuki hari keenam sejak dilaporkan hilang pada Selasa (15/4/2025), dua bocah SD di Kota Bengkulu tak kunjung ditemukan.

Tayang:
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Yunike Karolina
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
PENEMUAN MAYAT - Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno saat diwawancarai, Senin (21/4). Polisi mengambil sampel DNA dari orangtua bocah yang hilang untuk diuji dengan DNA mayat dalam karung yang ditemukan di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu pada Minggu (21/4/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Memasuki hari keenam sejak dilaporkan hilang pada Selasa (15/4/2025), dua bocah SD di Kota Bengkulu tak kunjung ditemukan.

Kedua bocah SD yang hilang ini bernama Arjuna (8) dan Abiyu (9) warga Kelurahan Kandang Kota Bengkulu.

Polisi yang juga masih menyelidiki keberadaan kedua bocah ini mengambil sampel DNA dari salah satu orangtua bocah yang hilang untuk diuji dengan DNA mayat dalam karung yang ditemukan di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu pada Minggu (21/4/2025).

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno menerangkan, polisi masih menyelidiki identitas mayat dalam karung yang ditemukan di Muara Jenggalu.

Jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dan hari ini Senin (21/4/2025) mulai dilakukan proses autopsi.

Guna mengetahui identitas dan jenis kelamin korban yang belum dapat dipastikan karena kondisi tubuh yang sudah membusuk.

“Autopsi dilakukan untuk mengetahui identitas korban. Kondisinya sudah rusak, jadi kami belum bisa pastikan apakah laki-laki atau perempuan,” kata Kombes Pol Sudarno.

Pihaknya akan melakukan pendalaman serta berkoordinasi dengan keluarga bocah SD yang hilang.

"Kita juga berencana nanti melakukan uji lab dengan tes DNA untuk mengungkap identitas mayat tersebut. Kita fokus dulu pada pengungkapan identitas mayat tersebut," beber Sudarno.

Berdasarkan temuan awal, lanjut Sudarno, pihaknya menduga kuat adanya unsur kekerasan dalam kematian mayat dalam karung.

Dugaan itu muncul karena korban ditemukan dalam keadaan terbungkus karung mengapung di tengah perairan.

“Semuanya masih dalam tahap penyelidikan, dan kita juga menemukan adanya pemberat berupa batu dalam karung tersebut,” tambah Sudarno.

Tim forensik masih melakukan autopsi di RS Bhayangkara, dan juga telah mengamankan lokasi penemuan mayat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Sudarno juga mengimbau bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke Polresta Bengkulu.

Baca juga: 2 Bocah SD di Kelurahan Kandang Bengkulu Hilang, Berikut Ciri-cirinya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved