Senin, 13 April 2026

Berita Bengkulu Tengah

Tak Mudah, PGRI Bengkulu Tengah Ingatkan Bupati Hati-hati soal Pemerataan Guru

Dalam audiensi tersebut, banyak permasalahan pendidikan yang dibahas, termasuk program pemerataan guru yang dicanangkan Pemkab Bengkulu Tengah.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
PEMERATAAN GURU - PGRI Kabupaten Bengkulu Tengah saat audiensi bersama Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, Senin (21/4/2025). Dalam audiensi ini, PGRI Bengkulu Tengah menyampaikan beberapa permasalahan termasuk program pemerataan guru. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar audiensi bersama Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, Senin (21/4/2025).

Dalam audiensi tersebut, banyak permasalahan pendidikan yang dibahas, termasuk program pemerataan guru yang dicanangkan Pemkab Bengkulu Tengah.

Seperti diketahui, Pemkab Bengkulu Tengah berencana melakukaan pemerataan penempatan 273 guru yang lulus seleksi PPPK beberapa waktu lalu.

Pemerataan guru ini, dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru.

"Tadi kami menyampaikan beberapa permasalahan yang berpotensi terjadi jika program pemerataan ini tidak dilakukan dengan baik. Salah satunya terkait jam mengajar guru, kecemburuan sosial hingga analisa kebutuhan guru," ujar Ketua PGRI Bengkulu Tengah, Supriyanto.

Menurutnya, sebelum melakukan pemerataan guru, Pemkab Bengkulu Tengah harus terlebih dahulu melakukan analisa kebutuhan guru di setiap sekolah.

"Jika sudah melakukan analisa kebutuhan guru, maka kita akan tahu, Bengkulu Tengah ini benar-benar kekurangan guru atau tidak merata saja. Dari sini juga kita akan tahu sekolah mana saja yang kelebihan guru dan sekolah mana yang kekurangan guru," ucap Supriyanto.

Program ini juga harus memperhatikan guru sertifikasi yang harus mendapatkan jam mengajar.

"Kasian guru sertifikasi jika dipindahkan ke sekolah yang sudah banyak gurunya, nanti tidak dapat jam mengajar. Selain itu, tempat tinggal guru juga menjadi perhitungan, agar kualitas belajar mengajar di sekolah bisa maksimal," beber Supriyanto.

Diakui Supriyanto, program pemerataan guru ini, tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal yang harus diperhatikan dan menjadi pertimbangan.

"Jangan sampai, program ini menjadi mengatasi masalah dengan masalah. Harus benar-benar menjadi solusi. Jika sudah berhasil, maka jika masih menemukan ada siswa lulus SD belum bisa membaca, silahkan salahkan kami para guru," kata Supriyanto.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengungkapkan, seluruh yang disampaikan para guru akan kita tampung dan akan kita carikan solusi terbaik untuk membenahi dunia pendidikan Bengkulu Tengah.

"Tadi para guru sudah menyampaikan beberapa permasalahan, seperti pemerataan guru, kurangnya jam mengajar dan ada beberapa sekolah yang kepseknya kosong, ini akan kita benahi secara seluruhnya," ujar Rachmat.

Kepada para guru, Rachmat pun menyampaikan beberapa program, seperti program Berbinar, ASN Berdikari dan Bersahabat.

"Sengaja tadi kami sampaikan beberapa program, agar kedepan para guru juga dapat mendukung program kita dengan mengajak seluruh warga sekolah. Agar Bengkulu Tengah bisa jauh lebih maju dari sebelumnya," ungkap Rachmat.

Baca juga: Pemkab Bengkulu Tengah Alokasikan Dana Hibah Rp 13 Miliar untuk 3 Institusi APH di Tahun 2025

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved