Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Nelayan di Bengkulu Selatan Keluhkan Susah Melaut Akibat Pendangkalan Muara

Curhat salah satu nelayan Pantai Pasar Bawah Depi Hariyadi (35) menyebutkan dirinya kesusahan untuk pergi dan pulang melaut saat pendangkalan muara.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
CURHAT NELAYAN - Curhat Salah satu nelayan Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan Depi Hariyadi (kanan) saat bersama nelayan lainnya pada Kamis (01/05/2025). Depi menyebutkan kesusahan melaut saat kedangkalan muara. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Curhat salah satu nelayan Pantai Pasar Bawah  Bengkulu Selatan Depi Hariyadi (35)  kesusahan untuk pergi melaut akibat pendangkalan muara.

“Kalau muara lagi dangkal ini  susah untuk pergi dan pulang melaut, perahu kita tidak bisa berlayar dan kita harus mendorongnya untuk ketengah agar bisa berlayar,” ujar depi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (01/05/2025).

Depi berharap kepada pemerintah agar permasalahan yang telah lama menjadi kendala bagi para nelayan ini agar dapat dibuat pelabuhan yang nantinya dapat memudahkan para nelayan untuk pergi dan pulang melaut.

“Ini sebenarnya sudah menjadi kendala lama, dan jika kita sudah ada pelabuhan seperti halnya di Pulai Baii Kota Bengkulu pastinya akan lebih memudahkan kami saat melaut pada malam hari,” jelas Depi.

Baca juga: Lelang 7 Jabatan Eselon II Pemkab Bengkulu Selatan Kosong Masih Tunggu Izin

Selain kendala saat muara dangkal nelayan juga mengalami kendala saat cuaca buruk angin dan badai, namun kalau ini kan keadaan alam dan tidak bisa di prediksi kapan terjadi.

“Kalau cuaca ini sudah menjadi tantangan kita bagi nelayan, namun cuaca buruk dan baik juga terkadang tidak mempengaruhi rezeki karena tetap kembali pada rezeki masing-masing,” ungkap Depi.

Namun saat ini sudah dua minggu belakang, Depi cuaca sudah cukup bagus untuk melaut.

Sehingga tidak ada kendala angin dan badai serta hujan yang terjadi saat cuaca buruk yang telah terjadi beberapa bulan yang lalu.

“Jadi kita kalau lagi ada rezeki itu biasa sehari melaut itu dapat keuntungan capai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta perhari, namun kadang kalau sedang tidak ada rezeki bahkan kita hanya mendapat keuntungan hanya Rp 50 ribu sehari,” kata Depi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved