Senin, 8 Juni 2026

Berita Mukomuko

6.000 Ternak di Mukomuko Bengkulu Terancam Wabah Ngorok, Masyarakat Diingatkan Kandangkan Ternak

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mencatat ada sekitar 6.000 hewan ternak terancam mati akibat penyakit ngorok.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
PENYAKIT NGOROK - Kepala Dinas Pertanian Mukomuko Fitriani Ilyas saat diwawancara, Selasa (6/5/2025). Sebanyak 6.000 ternak di Kabupate Mukomuko Provinsi Bengkulu terancam akibat penyakit ngorok. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mencatat ada sekitar 6.000 hewan ternak terancam mati akibat penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE).

Kepala Dinas Pertanian Fitriani Ilyas mengatakan, 6.000 hewan ternak terancam mati akibat ngorok ini berdasarkan penelusuran pihaknya di lapangan.

"Dari hasil kami ke lapangan akhir bulan April 2025 ini ditemukan beberapa fakta, salah satunya, populasi terancam sebanyak 6.000 ekor," ungkap Kepala Dinas Pertanian Mukomuko Fitriani Ilyas, Senin (12/5/2025).

Mereka melakukan penelusuran terkait wabah ngorok setelah menerima laporan dari masyarakat perihal wabah ngorok di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mukomuko.

Selain populasi hewan ternak sebanyak 6.000 ekor terancam mati, Dinas Pertanian Mukomuko juga mencatat telah terjadi kematian ternak kerbau di Desa Pernyah dan Retak Hilir tanggal 20 April-7 Mei 2025 sebanyak 52 ekor.

“Selain terancam mati akibat ngorok, data yang kami catat hingga 7 Mei kemarin itu ada 52 ekor hewan mati akibat ngorok,” tutur Fitriani.

Lanjut Fitriani, pihaknya juga mengambil sampel pada hewan ternak untuk dilakukan diagnosa dengan hasil positif ngorok.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas pada ternak yang sakit, secara klinis menunjukkan gejala penyakit Septicaemia Epizootica atau ngorok.

“Dari hasil di lapangan juga menunjukan hewan ternak ciri-ciri klinis penyakit ngorok,” jelas Fitriani.

Selain itu, mereka juga sudah melakukan pengobatan untuk ternak yang sakit di Desa Pernyah, Desa Pondok Baru dan Nenggalo Kecamatan Teramang Jaya.

Kemudian, juga telah mengimbau peternak tentang upaya pengendalian dan penanganan terhadap ternak mati yang harus dilakukan oleh peternak.

Begitupun dengan petugas dari pusat kesehatan hewan secara intensif sudah turun untuk melakukan pengobatan maksimal terhadap ternak yang sakit.

Dinas Pertanian Mukomuko juga sudah menyiapkan vaksin sebanyak 1.200 dosis.

Hanya saja pihaknya menemukan kendala karena ada beberapa peternak tidak kooperatif, tidak mau mengandangkan hewan ternaknya.

"Kendala di lapangan yang kami hadapi ini, hewan ternak yang tidak dikandangkan, hanya dilepas liarkan ke dalam hutan,” ucap Fitriani.

Baca juga: Gelombang Tinggi di Perairan Mukomuko Bengkulu, Nelayan Diingatkan Tidak Melaut

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved