Rabu, 27 Mei 2026

Berita Kota Bengkulu

Membangun Statistik Data, BPS Provinsi Bengkulu: Meningkatkan Kualitas Data di Bengkulu

Di era digital, data bukan sekadar angka, melainkan aset strategis pembangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu

Tayang:
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: M Syah Beni
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
PEMBEKALAN - Di era digital, data bukan sekadar angka, melainkan aset strategis pembangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, membuktikan hal ini melalui pembinaan statistik sektoral dan pembekalan pelayanan publik yang inklusif. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU- Di era digital, data bukan sekadar angka, melainkan aset strategis pembangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, membuktikan hal ini melalui pembinaan statistik sektoral dan pembekalan pelayanan publik yang inklusif.

Pembinaan Statistik Sektoral merupakan inisiatif strategis yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik di tingkat daerah. 

Melalui pembinaan statistik sektoral ini, untuk memastikan setiap elemen terkait, yang tergabung dalam Tim Satu Data Indonesia (SDI), memahami tugas dan fungsi masing-masing.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berkualitas dan dapat diandalkan, yang pada akhirnya berujung pada evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral yang diukur melalui Indeks Pembangunan Statistik.

"Pembinaan ini sangat penting karena kami ingin semua pihak paham akan konsep dan definisi yang harus disepakati, serta tujuan yang ingin dicapai ke depan, terutama dalam pemenuhan dokumen yang terkait dengan indeks pembangunan statistik," jelas Sahranudin selaku Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Bengkulu.

Pembinaan Statistik Sektoral dan pembekalan pelayanan publik yang inklusif, memiliki dua tujuan penting, antara lain:

Pertama, untuk memastikan setiap elemen terkait, yang tergabung dalam Tim Satu Data Indonesia (SDI), memahami tugas dan fungsi masing-masing, baik itu terkait dengan konsep definisi maupun keinginan yang akan di capai ke depan.

Kedua, pembekalan tentang pelayanan publik yang inklusif, bertujuan untuk meraih pengakuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait dengan standar pelayanan prima, serta ISO.

Kemudian, kata Sahranudi, BPS juga berencana untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Ombudsman, untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan. 

"Pengambilan masukan dari para pengapuh layanan sangat kami butuhkan untuk memastikan bahwa kami dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, terutama dalam layanan online dan rekomendasi statistik," tambahnya.

Ia juga berharap, pembinaan statistik sektoral dan pembekalan pelayanan publik yang inklusif, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas data di Provinsi Bengkulu, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan data yang akurat dan bermanfaat.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved