Selasa, 9 Juni 2026

Viral di media sosial

Ikuti Program Gubernur Helmi Hasan Jalan Kaki ke Sekolah Siswa SMK 3 Benteng Protes: Jalan Berlumpur

Ikuti program Gubernur Helmi Hasan jalan kaki ke sekolah, siswa SMKN 3 Bengkulu Tengah protes jalan yang becek dan berlumpur .

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Rita Lismini
Suryadi Jaya
SISWA SMKN 3 BENTENG PROTES - 4 siswa SMKN 3 Bengkulu Tengah yang viral usai membuat video laporan pergi ke sekolah dengan jalan kaki ke Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat ditemui di sekolahnya, Jumat (16/5/2025). Ikuti program Gubernur Helmi Hasan jalan kaki ke sekolah, siswa SMKN 3 Bengkulu Tengah protes jalan yang becek dan berlumpur 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Viral di media sosial TikTok, 4 orang siswa kelas 10 SMKN 3 Bengkulu Tengah melapor ke Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bahwa akses jalan menuju sekolahnya dalam kondisi rusak berat dan berlumpur.

Dalam video tersebut tampak 4 orang siswi SMKN 3 Bengkulu Tengah sedang melewati jalanan yang berlumpur sembari melapor melalui video.

"Selamat pagi pak Helmi, kami dari SMKN 3 Bengkulu Tengah telah melaksanakan anjuran dari bapak yaitu jalan kaki ke sekolah, dengan keadaan jalan becek dan berlumpur," ujar siswi yang diketahui bernama Sakina Fadillah.

Video itu pun telah ditonton lebih dari 57 ribu orang dan telah mendapatkan reaksi dari Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

"InsyaAllah di TL (Tindak Lanjuti)," tulis Helmi Hasan lewat akun TikTok pribadinya.

Di komentar yang lain, akun TikTok SMKN 3 Bengkulu Tengah menjelaskan bahwa saat ini petugas dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu telah melakukan pengukuran badan jalan.

"Tim PU sudah turun ngecek lokasi," tulisnya.

Seperti diketahui, sekolah yang berada di Desa Talang Tengah Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah itu, hanya memiliki 89 murid.

Dengan angkatan terbaru atau murid kelas 10 hanya 19 orang, kelas 11 dengan 31 orang dan kelas 12 dengan 39 orang.

Setiap tahun terjadi penurunan jumlah murid, salah satu faktor penyebabnya adalah akses jalan ke sekolah yang rusak dan membahayakan saat musim penghujan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved