Senin, 8 Juni 2026

Bengkulupedia

Profil Efredi Gunawan, Sosok di Balik Pelayanan ODGJ Berbasis Kemanusiaan di Bengkulu Selatan

Efredi Gunawan, Kadinsos Bengkulu Selatan, ciptakan inovasi kemanusiaan untuk ODGJ terlantar, pulihkan dan kembalikan mereka ke keluarga.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Ricky Jenihansen
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
PROFIL EFREDY GUNAWAN - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu Selatan Efredy Gunawan saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (21/5/2025). Efredi Gunawan, Kadinsos Bengkulu Selatan, ciptakan inovasi kemanusiaan untuk ODGJ terlantar, pulihkan dan kembalikan mereka ke keluarga. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Di balik layanan sosial yang menyentuh sisi kemanusiaan bagi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bengkulu Selatan, terdapat sosok Efredi Gunawan

Efredi Gunawan telah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu Selatan sejak 3 Oktober 2022. Ia dilantik langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan.

Selama hampir tiga tahun menjabat sebagai Kadinsos, Efredi mengaku telah mendapatkan berbagai pengalaman hingga meraih sejumlah penghargaan.

Salah satu inovasi yang ia lakukan selama menjabat adalah menangani Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama mereka yang terlantar dan tidak memiliki identitas.

“Nah zaman kita ODGJ yang terlantar tanpa identitas kita ambil, kita bersihkan, kita bawak ke Dukcapil untuk dibuatkan identitasnya. Serta kita bawak ke BPJS untuk kita buat BPJS dan kita masukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) Dinsos kita,” ujar Efredi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (21/5/2025).

Efredi menjelaskan, setelah seluruh dokumen administrasi selesai diurus, pihaknya membawa ODGJ yang terlantar ke Rumah Sakit Jiwa Bengkulu untuk mendapatkan perawatan hingga sembuh.

Setelah dinyatakan sembuh, ODGJ tersebut kemudian dibawa ke Sentra Dharma Bengkulu untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah ada satu ODGJ yang berhasil kita tanggani, yang kita beri nama Bokir, yang terlantar di Jalan Sudirman Kota Manna, yang sudah sembuh,” tegas Efredi.

Setelah sembuh, Bokir ditanya mengenai asal-usulnya dan ia mengaku berasal dari Pagar Alam. Ia juga menyebutkan bahwa nama aslinya adalah Epi, sehingga Dinsos segera melakukan pencarian alamat keluarganya.

“Setelah kita lakukan pencarian, alhamdulillah ditemukan keluarganya, dengan bapaknya masih hidup dan ibunya sudah meninggal, serta adiknya Epi ini masih ada semua,” beber Efredi.

Berdasarkan informasi yang didapat, Epi sebelumnya kabur dari rumah hingga sampai ke Kota Manna, tanpa diketahui keberadaannya oleh keluarga. 

Namun berkat inovasi Dinsos yang memanusiakan kembali orang-orang terlantar, Epi akhirnya bisa bertemu kembali dengan keluarganya.

“Akhirnya orang yang terlantar bertahun-tahun ini sembuh dan bisa kembali lagi bersama keluarganya,” ujar Efredi.

Atas upaya dan inovasi tersebut, Dinsos Bengkulu Selatan mendapatkan penghargaan dari Ombudsman sebagai lembaga layanan publik. 

Pada tahun 2022, 2023, dan 2024, Dinsos berhasil meraih nilai A dalam kategori kepatuhan pelayanan publik, khususnya dalam layanan terhadap ODGJ.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved