Senin, 8 Juni 2026

Berita Kepahiang

Antrien BBM di SPBU Kepahiang Bengkulu Mengular, Warga Bersyukur Stok Selalu Ada

Zainudin, warga Padang Lekat, Kepahiang Bengkulu, tampak dengan sabar menunggu diatas motornya, Minggu (25/5/2025).

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
ANTRIAN BBM KEPAHIANG - Antrian kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Minggu (25/5/2025) siang. Antrian tampak mengular hingga beberapa meter di jalan raya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Zainudin, warga Padang Lekat, Kepahiang, Bengkulu, tampak sabar menunggu di atas motornya, Minggu (25/5/2025).

Ia sedang mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Pasar Kepahiang. 

Zainudin telah menunggu kurang lebih 15 menit. Saat tiba di lokasi, ia mulai mengantre dari jalan raya, beberapa meter dari luar pagar SPBU, lalu perlahan maju untuk mendapatkan giliran.

Kini, hanya tinggal beberapa motor lagi sebelum ia bisa mengisi bahan bakar.

"Saya isi Pertalite, sesuai untuk motor saya. Tapi memang begini, antre," kata Zainudin kepada TribunBengkulu.com.

Menurutnya, saat ini untuk mendapatkan BBM terasa seperti susah-susah gampang. 

Karena rumahnya dekat dengan SPBU, Zainudin tidak pernah membeli BBM eceran. 

Namun, setiap kali ingin mengisi, ia harus menghadapi antrean yang cukup panjang.

Ia juga mengetahui bahwa di sejumlah daerah lain di Bengkulu, seperti Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah, BBM bahkan sempat mengalami kelangkaan.

"Syukurnya, kita di Kepahiang selalu ada. Tapi ya harus antre," ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Kelobak, Puji—salah satu SPBU lain di Kepahiang—menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan BBM di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, SPBU Kelobak tidak mendapatkan suplai dari Kota Bengkulu via Pelabuhan Pulau Baai, yang kini mengalami pendangkalan dan menyulitkan kapal pengangkut BBM untuk bersandar dan menyalurkan ke daratan.

SPBU di Kepahiang justru mendapatkan suplai dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

"Jadi, sampai hari ini, masih aman. Tidak ada kelangkaan," kata Puji kepada TribunBengkulu.com.

Stok BBM yang datang juga rutin, yakni 16 ton pertalite dan biosolar setiap hari. 

Stok ini masuk dengan menggunakan truk tangki Pertamina.

Kemudian, ada BBM jenis pertamax, yang masuk 16 ton di tiap beberapa hari.

Puji juga berharap masyarakat tidak panic buying, dan mengisi BBM sesuai dengan kebutuhan.

"Tidak perlu panik atau terpengaruh isu. Kita di Kepahiang aman," ungkap dia.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved