Jumat, 5 Juni 2026

Kalender 2025

Kalender Juni 2025: Cek Kapan Lebaran Idul Adha Pemerintah dan Berapa Hari Libur Long Weekend?

Pengumuman 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI masih dinanti.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Kemenag.go.id
KALENDER JUNI 2025 - Ilustrasi kalender Juni 2025 yang diambil dari Kemenag.go.id, Rabu (21/5/2025). Penentuan 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah akan mempengaruhi penetapan lebaran Idul Adha 2025 yang jatuh pada 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan tanggal 6 Juni atau 7 Juni 2025. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengumuman 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI masih dinanti.

Penentuan 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah akan mempengaruhi penetapan lebaran Idul Adha 2025 yang jatuh pada 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan tanggal 6 Juni atau 7 Juni 2025.

Kemenag menggelar sidang isbat penetapan Idul Adha dan 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta.

Hingga Selasa (27/5/2025) pukul 19.30 WIB, belum ada pengumuman hasil sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah dan lebaran Idul Adha.

Melalui sidang isbat, umat Islam di Indonesia dapat mengetahui jadwal Idul Adha dan 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah versi Kemenag.

Apabila hasil sidang isbat menetapkan 1 Dzulhijah 1446 H jatuh pada Rabu 28 Mei 2025, maka Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada Jumat 6 Juni 2025. 

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, pemerintah juga menetapkan Senin tanggal 9 Juni sebagai hari cuti bersama. Sehingga ada potensi libur panjang Idul Adha mulai dari 6-9 Juni 2025.

Baca juga: Kalender Juni 2025: Jadwal Libur Long Weekend Idul Adha, Lengkap Penanggalan Hijriah Terbaru

Muhammadiyah: Idul Adha 1446 H Jatuh pada  6 Juni 2025

Sebelumya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah mengeluarkan keputusan terkait jadwal Idul Adha 2025.

PP Muhammadiyah memutuskan Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Hal ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Keputusan jadwal Idul Adha 2025 tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.

Menurut Muhammadiyah, ijtimak jelang Zulhijah 1446 H terjadi pada Selasa, 27 Mei 2025 pukul 10.04.18 WIB.

Pada hari tersebut saat Matahari terbenam, di seluruh wilayah Indonesia, Bulan berada di atas ufuk yang artinya hilal sudah wujud.

Sehingga, 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025 dan Hari Arafah (9 Zulhijah 1446 H) jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025.

Dengan demikian, Idul Adha yang dirayakan setiap 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Berikut keputusan dari Muhammadiyah terkait Idul Adha 2025:

Awal bulan 1 Dzulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025
Hari Arafah (9 Dzulhijah 1446 H) jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025
Idul Adha (10 Dzulhijah 1446 H) jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025

Alasan Perlu Sidang Isbat

Dikutip dari laman Kemenag, disebutkan bahwa sidang isbat sudah dilakukan di Indonesia sejak 1950-an (sebagian menyebut 1962). Hasil sidang isbat yang diumumkan Menteri Agama menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat.

Dalam perkembangannya, MUI menerbitkan Keputusan Fatwa No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Fatwa tersebut di antaranya memutuskan bahwa penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI cq. Menteri Agama dan berlaku secara nasional.

Sidang isbat menjadi penting karena Indonesia bukan negara agama, dan juga bukan negara sekuler. Indonesia tidak bisa menyerahkan urusan agamanya sepenuhnya kepada orang per orang atau golongan.

Sidang isbat penting dilakukan karena ada banyak organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia yang juga memiliki metode dan standar masing-masing dalam penetapan awal bulan hijriah.

Pandangan ini pun tak jarang berbeda, karena adanya perbedaan mazhab dan metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan hijriyah. Sidang isbat menjadi forum, wadah, sekaligus mekanisme pengambilan keputusan.

“Sidang isbat dibutuhkan sebagai forum bersama mengambil keputusan. Ini diperlukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan acuan bagi umat Islam untuk mengawali puasa Ramadan dan berlebaran," kata Adib, yang saat itu menjabat Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Jumat (8/3/2024).

Dalam prosesnya, sidang isbat menjadi forum musyawarah para ulama, pakar astronomi, ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam, termasuk instansi terkait dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Sidang ini dihadiri juga Duta Besar Negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Perwakilan Mahkamah Agung, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Perwakilan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Perwakilan Planetarium Jakarta, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.

“Hasil musyawarah dalam sidang isbat ditetapkan oleh Menteri Agama agar mendapatkan kekuatan hukum. Jadi bukan pemerintah yang menentukan jatuhnya awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Pemerintah hanya menetapkan hasil musyawarah para pihak yang terlibat dalam sidang isbat,” ujar Adib.

Sidang Isbat penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, kata Adib, tak hanya dilakukan Indonesia saja.

Adib mengatakan, negara-negara Arab juga melakukan isbat setelah mendapatkan laporan rukyat dari lembaga resmi pemerintah atau perseorangan yang sudah terverifikasi dan dinyatakan sah oleh Majlis Hakim Tingginya.

Bedanya, Indonesia menggunakan mekanisme musyawarah dengan seluruh peserta sidang isbat. “Inilah yang menjadi nilai lebih bahwa keputusan diambil bersama, nilai-nilai demokrasi sangat tampak dengan kehadiran seluruh ormas yang hadir pada saat sidang isbat,” tutur Adib.

Adib menegaskan bahwa peran pemerintah dalam proses sidang isbat adalah fasilitator ormas Islam dan para pihak untuk bermusyawarah.

Hasil sidang isbat kemudian diterbitkan dalam bentuk Keputusan Menteri Agama agar mempunyai kekuatan hukum yang dapat dipedomani masyarakat.

“Sidang isbat mengingatkan kita semua akan pentingnya menyatukan langkah dalam menjalankan ibadah dan memperkuat hubungan bersama dengan Allah, dengan tetap mengedepankan toleransi dan sikap saling menghormati atas beragam keputusan yang ada,” ujarnya.

Berikut jadwal libur nasional dan cuti bersama Idul Adha Juni 2025 berdasarkan SKB 3 menteri:

Jumat, 6 Juni 2025: Libur nasional Idul Adha 2025

Sabtu, 7 Juni 2025: Libur akhir pekan

Minggu, 8 Juni 2025: Libur akhir pekan

Senin, 9 Juni 2025: Cuti bersama Idul Adha 2025

Tanggal Merah Juni 2025 Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri

1 Juni (Minggu): Hari Lahir Pancasila

6 Juni (Jumat): Iduladha 1446 Hijriah

9 Juni  (Senin): Cuti Bersama Idul Adha 1446 Hijriah

27 Juni (Jumat): 1 Muharam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah

Berikut kalender lengkap Juni 2025 beserta tanggal Idul Adha:

1 Juni: 5 Dzulhijjah 1446 H

2 Juni: 6 Dzulhijjah 1446 H

3 Juni: 7 Dzulhijjah 1446 H

4 Juni: 8 Dzulhijjah 1446 H

5 Juni: 9 Dzulhijjah 1446 H (Hari Arafah)

6 Juni: 10 Dzulhijjah 1446 H (Idul Adha)

7 Juni: 11 Dzulhijjah 1446 H (Hari Tasyrik 1)

8 Juni: 12 Dzulhijjah 1446 H (Hari Tasyrik 2)

9 Juni: 13 Dzulhijjah 1446 H (Hari Tasyrik 3)

10 Juni: 14 Dzulhijjah 1446 H

11 Juni: 15 Dzulhijjah 1446 H

12 Juni: 16 Dzulhijjah 1446 H

13 Juni: 17 Dzulhijjah 1446 H

14 Juni: 18 Dzulhijjah 1446 H

15 Juni: 19 Dzulhijjah 1446 H

16 Juni: 20 Dzulhijjah 1446 H

17 Juni: 21 Dzulhijjah 1446 H

18 Juni: 22 Dzulhijjah 1446 H

19 Juni: 23 Dzulhijjah 1446 H

20 Juni: 24 Dzulhijjah 1446 H

21 Juni: 25 Dzulhijjah 1446 H

22 Juni: 26 Dzulhijjah 1446 H

23 Juni: 27 Dzulhijjah 1446 H

24 Juni: 28 Dzulhijjah 1446 H

25 Juni: 29 Dzulhijjah 1446 H

26 Juni: 1 Muharram 1447 H (Tahun Baru Hijriyah)

27 Juni: 2 Muharram 1447 H

28 Juni: 3 Muharram 1447 H

29 Juni: 4 Muharram 1447 H

30 Juni: 5 Muharram 1447 H

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved