Kamis, 28 Mei 2026

Berita Mukomuko

Jembatan Pondok Batu di Mukomuko Bengkulu Memprihatinkan, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Salah satu jembatan di Mukomuko Bengkulu, warga harus melintasi jembatan dengan kayu rapuh.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
JEMBATAN KAYU RAPUH - Truk pengangkut kelapa sawit dari Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko, Mukomuko Bengkulu saat melintas di jembatan, Selasa (3/6/2025). Jembatan Desa Pondok Batu tak pernah dibangun sejak banjir 2020 lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Salah satu jembatan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu dalam kondisi memprihatinkan.

Jembatan itu berada di Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko, Mukomuko Bengkulu

Dari pantauan TribunBengkulu.com, jembatan itu merupakan jembatan darurat yang dibagun di atas jembatan utama.

Kondisi jembatan itu hanya menggunakan kerangka yang dialaskan kayu-kayu yang sudah rapuh.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk ke Kota Mukomuko dan mengantarkan hasil bumi ke luar desa.

Salah seorang warga Desa Pondok Bulat, Ahmad Siswanto mengatakan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses jalan untuk warga ke Kota Mukomuko dan aktivitas ekonomi warga.

“Jembatan ini satu-satunya akses kami untuk berkatifitas ke Kota Mukomuko ataupun aktifitas ekonomi lainnya,” ungkap Ahmad, Selasa (2/6/2025).

Ahmad menjelaskan, pihaknya bersama pemuda dari Desa Pondok Batu ini, sudah melaporkan jembatan tersebut ke Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

Pihaknya berharap jembatan ini bisa direalisasikan di tahun 2025, mengingat jembatan ini merupakan satu-satunya akses jalan ke Kota Mukomuko.

“Saya, bang Novles Kurinawan serta pemuda Desa Pondok Batu sudah melapor ke pak Gubernur Bengkulu Helmi Hasan untuk segera membangun jembatan ini,” tutur Ahmad.

Selain itu, Kepala Desa Pondok Batu, Joni Susandra mengatakan di Desa Pondok Batu ada 1.480 jiwa yang tinggal.

Mayoritas masyarakat disana berprofesi sebagai petani sawit, dimana masyarakat menjual hasil panennya kepada tauke lalu dibawa ke pabrik sawit melalui jembatan ini.

“Ada 1.480 jiwa yang tinggal di Desa Pondok Batu, rata-rata profesinya sebagai petani sawit, hasil buminya kalau mau dijual harus lewat jembatan ini,” jelas Joni.

Selain itu, Joni mengungkapkan jembatan ini merupakan jembatan darurat yang dibangun setelah banjir di tahun 2020 lalu.

Sementara jembatan utama mengalami rusak berat, hingga kemudian jembatan darurat ini dibangun.

Selama ini, jembatan hanya mendapatkan perawatan seadanya oleh pihak warga Desa Pondok Batu.

Di sisi lain juga Dinas PUPR Mukomuko juga membantu merawat jembatan ini.

“Pasca banjir 2020 lalu, jembatan ini rusak berat dan dibangun jembatan darurat, dulu sempat akan dibangun oleh pihak BPBD Provinsi namun hingga kini belum terealisasi,” tutup Joni.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved