Selasa, 14 April 2026

Berita Bengkulu

Waspada DBD! Hingga Juni 2025 Ada 6 Kasus Meninggal di Bengkulu

Tercatat ada 358 warga di Provinsi Bengkulu dinyatakan menderita Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Jiafni Rismawarni/ TribunBengkulu.com
KABID P2P DINKES BENGKULU - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian. Tercatat ada 358 warga di Provinsi Bengkulu dinyatakan menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tercatat ada 358 warga di Provinsi Bengkulu dinyatakan menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini diketahui dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu. 

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Redhwan Arif, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian menjelaskan jumlah kasus DBD tersebut, terhimpun per periode Januari hingga April 2025.

 "Januari sampai April 2025, yang sudah tercatat di kami se Provinsi Bengkulu yaitu 358 penderita, dimana sudah ada yang meninggal itu, 6 orang terhitung sampai bulan Juni," ungkap Ruslian, Rabu (4/6/2025).

Dijelaskannya, 6 kasus penderita DBD yang dinyatakan meninggal ini berasal dari 3 daerah, yakni Kota Bengkulu 4 orang, Kabupaten Kepahiang 1 orang, dan Kabupaten Seluma 1 orang.

" Tentunya ini angka kematian kita untuk DBD 0,56 persen. Ini harus kita selalu waspada, kematian DBD ini kalau terlambat ditangani berakibat fatal," paparnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap demam DBD yang kerap menunjukkan gejala samar.

Banyak orang lengah saat demam menurun, padahal pada saat itulah pasien justru harus segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Kita harus cepat melakukan pengobatan, pergi ke fasilitas kesehatan kalau demam tinggi lebih dari 2hari, karena bisa saja DBD ini, begitu 2 hari demam kemudian turun, nah itu pada saat kritis. Artinya lengahnya di situ padahal itu masa kritis dan harus dilakukan perawatan di rumah sakit," tutup Ruslian. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved