Berita Bengkulu Selatan
Festival Tabut 2025, Pemkab Bengkulu Selatan Buka Stand Bertema Adat dan Promosikan Batik
Pemkab Bengkulu Selatan meriahkan Festival Tabut 2025 dengan stand bernuansa adat, promosi batik, UMKM, dan budaya khas Bumi Sekundang.
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan turut meramaikan ajang nasional tahunan, Festival Tabut 2025.
Festival Tabut secara resmi dibuka pada Jumat malam, 27 Juni 2025. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Rangkaian kegiatan Tabut akan berlangsung selama satu minggu, dan dijadwalkan berakhir pada 6 Juli 2025. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di kawasan Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu.
Tahun ini, stand Bumi Sekundang tampil mencolok dengan nuansa adat berwarna merah dan corak emas, menyerupai pelaminan adat yang biasa digunakan dalam acara pernikahan di Bengkulu Selatan.
Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Selatan, Rendra Febrianto, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Bengkulu Selatan bertujuan untuk memperkenalkan potensi lokal yang dimiliki daerah tersebut.
“Kita hadir untuk mengenalkan potensi lokal, mulai dari budaya hingga produk unggulan UMKM yang ada di Bengkulu Selatan,” ujar Rendra kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (28/6/2025).
Melalui partisipasi ini, Rendra mengajak masyarakat Bengkulu dan pengunjung dari luar daerah untuk menyempatkan diri berkunjung ke stand Bumi Sekundang.
"Halo masyarakat Bengkulu, khususnya Bengkulu Selatan, kami mengundang kalian semua untuk datang dan meramaikan Stand Kabupaten Bengkulu Selatan pada Perayaan Tabut 2025," ajak Rendra.
Stand ini menampilkan beragam kekayaan budaya, seperti pakaian adat, batik, kain khas Serawai, serta produk-produk unggulan dari pelaku UMKM lokal.
“Hadirnya kita di sini semoga dengan memperkenalkan kekayaan kita dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat serta peluang memperkenalkan adat istiadat dan budaya Bengkulu Selatan," kata Rendra.
| Kapal Tongkang Karam di Perairan Bengkulu Selatan Ramai Dikunjungi, Jadi Spot Foto Warga |
|
|---|
| 10 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu Selatan Masuk Tahap Pemeriksaan Harga Material |
|
|---|
| Gelombang Tinggi hingga 11 Juni 2026, BPBD Bengkulu Selatan Minta Nelayan Tunda Melaut |
|
|---|
| BPBD Bengkulu Selatan Minta Warga Waspada, Perbaikan Jalan Maras Seginim Masih Menunggu BWS |
|
|---|
| Kapal Tongkang Karam di Pantai Desa Gunung Kayo Bengkulu Selatan, BPBD Turun ke Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Bs-Yevri-saat-hadiri-stand-Bumi-Sekundang.jpg)