Selasa, 9 Juni 2026

Festival Tabut Bengkulu 2025

Stan Karya Difabel Meriahkan Festival Tabut Bengkulu 2025

Festival Tabut Bengkulu 2025, memberi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Jiafni Rismawarni/ TribunBengkulu.com
STAF DIFABEL - Suasana di Festival Tabut Bengkulu 2025, Minggu (29/6/2025). Di Festival Tabut ini memberi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Festival Tabut Bengkulu 2025, memberi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Lantaran dari Festival ini, hadir sebuah stan khusus yang menampilkan beragam hasil karya para difabel dari berbagai organisasi, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam event tahunan yang selalu dinanti masyarakat.

Kordinator stan difabel yang juga Program Officer di Perkumpulan Masyarakat Mitra Inklusif Bengkulu, Ahmad Tareq Aziz menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah memberi ruang bagi organisasi penyandang disabilitas untuk turut ambil bagian dalam perhelatan budaya tersebut.

"Jadi teman-teman bisa berpartisipasi di Festival Tabut 2025. Disini, Ada kerajinan tangan, keterampilan mebel seperti talenan dan bingkai kaca, juga berbagai produk kuliner seperti peyek dan keripik ubi pedas," kata Ahmad Minggu (29/6/2025).

Dijelaskannya, stan tersebut merupakan kolaborasi beberapa organisasi difabel, di antaranya KDK (Kelompok Difabel Kelurahan), Pertuni, Gerkatin, YPAC, serta kelompok usaha mikro difabel lainnya.

"Kami berkontribusi dengan memajang hasil karya teman-teman, baik secara individu maupun kelompok," jelasnya.

Tak hanya itu, kreativitas lain seperti gantungan kunci buatan tangan dan karya menjahit dari difabel penyandang keahlian tata busana turut menghiasi stan ini. Semua hasil karya tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga bisa dibeli oleh pengunjung.

Ia menambahkan, partisipasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong inklusi dan kemandirian penyandang disabilitas.

"Dengan diberi akses dan kesempatan, teman-teman difabel bisa terus aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Ini cara kita memperlakukan mereka sebagai subjek, bukan objek," tukasnya.

Yogi, salah satu difabel daksa yang ikut meramaikan stan, mengungkapkan rasa syukurnya karena tahun ini difabel dilibatkan secara aktif.

"Alhamdulillah, tahun ini kawan-kawan difabel dilibatkan di Festival Tabut. Banyak karya yang bisa ditampilkan. Dengan dilibatkan di berbagai acara seperti ini, kami bisa menunjukkan karya kami. Ini penting agar kami bukan hanya sebagai objek, tapi juga sebagai pelaku yang aktif dilibatkan," ucap Yogi.

 

Ia menjelaskan Festival budaya tahunan ini berlangsung dari 27 Juni hingga 6 Juli 2025, dan menyajikan berbagai atraksi budaya, hiburan, serta bazar kuliner dan UMKM. Salah satunya stan karya difabel ini, bisa menjadi salah satu pilihan untuk dikunjungi. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved