Berita Mukomuko
Kasus DBD di Mukomuko Bengkulu per Juli 2025 Turun dari Tahun Lalu, Masyarakat Tetap Diminta Waspada
Kasus DBD di Mukomuko turun drastis per Juli 2025, tapi Dinkes tetap ingatkan warga waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, selama semester pertama tahun 2025 mengalami penurunan. Tak hanya itu, angka kematian akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti juga menurun.
Hal itu disampaikan Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Hamdan A., saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Rabu (9/7/2025).
“Kalau perbandingan data tahun 2025 dan 2024, adanya penurunan kasus. Di tahun 2024 Januari–Mei tercatat 311 kasus, sementara untuk tahun 2025 Januari–Mei hanya 60 kasus,” ungkap Hamdan.
Ia menjelaskan, penurunan kasus ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi cuaca serta meningkatnya kesadaran masyarakat Mukomuko dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pada tahun 2024, lanjut Hamdan, dari Januari hingga Desember, tercatat 587 kasus DBD dengan 2 orang meninggal dunia.
“Adanya penurunan kasus ini karena beberapa faktor, di antaranya cuaca dan juga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Tahun 2024 tercatat 587 kasus, dengan 2 orang meninggal dunia,” tuturnya.
Hamdan juga menambahkan, untuk tahun 2025 sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari puskesmas mengenai adanya korban meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Saat ini, puskesmas masih menyiapkan laporan kasus DBD untuk bulan Juni dan Juli 2025.
“Kalau bulan Juni dan Juli 2025 kita masih menunggu dari puskesmas. Semoga tak ada yang meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti,” jelas Hamdan.
Ia berharap, dengan tren penurunan kasus DBD sejauh ini, jumlah kasus di bulan-bulan berikutnya tidak mengalami peningkatan akibat faktor cuaca.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menerapkan langkah-langkah pencegahan DBD, seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Kita harap ke depan kasus DBD di Mukomuko tak mengalami lonjakan yang tinggi. Masyarakat juga diminta tetap menjaga cara mencegah penyakit DBD seperti dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tutup Hamdan.
Baca juga: Syarat dan Cara Pembuatan Badan Hukum Gratis untuk Kelompok Nelayan di Mukomuko Bengkulu
Baca Berita TribunBengkulu.com Lainnya di Google News
| Kebakaran di Desa Marga Mulya Sakti, Kapolres Mukomuko Beri Dukungan untuk Korban |
|
|---|
| Penjelasan Kapolres soal Anggota Polisi Mukomuko Diduga Terlibat Pengeroyokan Pembalap Grasstrack |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pengeroyokan Pembalap Grasstrack, Anggota Polisi di Mukomuko Diperiksa |
|
|---|
| Cegah Pencemaran dan Abrasi, Polres Mukomuko Inisiasi Gerakan Bersih Pantai |
|
|---|
| Kinerja Polres Mukomuko 2025: Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat dan Penyelesaian 203 Perkara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Mukomuko-masuk-peringkat-4-kasus-DBD-di-Provinsi-Bengkulu.jpg)