Senin, 4 Mei 2026

Berita Bengkulu Selatan

115 Kapal Nelayan Bengkulu Selatan Terima 350 Liter BBM Bersubsidi Setiap Minggu

Sebanyak 115 kapal nelayan yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan terima 350 liter per minggu Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Ricky Jenihansen
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
BBM NELAYAN - Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, Kamis (10/7/2025). 115 kapal nelayan yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan terima 350 liter per minggu Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sebanyak 115 kapal nelayan di Kabupaten Bengkulu Selatan menerima jatah 350 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi setiap minggu.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem barcode untuk pengisian BBM bersubsidi di tiga SPBU yang telah ditentukan.

Tiga SPBU aktif tersebut meliputi SPBU Ibul, SPBU Kutau, dan SPBU Tanjung Raman. Selain itu, ada juga SPBU di Pasar Bawah yang sebelumnya merupakan SPBU khusus nelayan, namun kini sudah berubah menjadi SPBU umum.

“Kemarin SPBU ini hanya diperbolehkan untuk nelayan, namun karena ada kemacetan kemarin itu maka saat ini dijadikan SPBU umum. Tapi BBM masuk di sini hanya dua kali dalam seminggu, yaitu pada Rabu dan Sabtu,” ujar Nengsi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (10/7/2025).

Perubahan status SPBU tersebut terjadi karena adanya kendala operasional.

Mesin di SPBU khusus nelayan mengalami kerusakan, sehingga untuk sementara waktu nelayan harus mengisi BBM di ketiga SPBU lainnya yang masih beroperasi.

“Sudah dua minggu terakhir kami upayakan perbaikan, dan insyaallah nanti bisa beroperasi kembali. Untuk nelayan yang belum pernah mengisi BBM di sana, akan kami data ulang untuk keperluan pendistribusian ke depannya,” jelas Nengsi.

Ia juga mengimbau para nelayan agar menggunakan barcode BBM sesuai peruntukannya.

“Kami imbau kepada para nelayan agar menggunakan barcode tersebut untuk kebutuhan melaut. Jangan sampai disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” kata Nengsi.

Baca juga: Amarah Tabroni, Korban Pembacokan Sadis di Pasar Masat Bengkulu Selatan: Proses Seberat-beratnya!

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved