Berita Mukomuko
2 Merek Beras Diduga Oplosan Dijual di Sejumlah Toko Ritel di Mukomuko Bengkulu
Dua merek Beras yang diduga oplosan dijual warlaba di Kabupaten Mukomuko Bengkulu dan menjadi pilihan warga.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Beberapa toko ritel di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, diduga menjual beras premium oplosan.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengungkap temuan puluhan merek beras yang diduga merupakan beras oplosan dan tidak memenuhi standar mutu nasional.
Dari hasil investigasi bersama Satgas Pangan dan Bareskrim Polri terhadap 212 merek beras di 10 provinsi, terungkap bahwa lebih dari 85 persen beras premium yang dijual tidak sesuai dengan standar SNI. Bahkan, ada produk kemasan 5 kilogram yang isinya hanya 4,5 kilogram.
Menteri Pertanian menyebut praktik curang ini bisa merugikan masyarakat hingga Rp99 triliun per tahun.
Terkait hal itu, salah satu ritel di Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, diketahui menjual dua merek beras yang diduga termasuk dalam kategori oplosan.
“Kalau merek yang kita jual ada tiga, yaitu Raja Platinum, Raja Ultima, dan Cap Selancar,” ungkap Kepala salah satu Toko Ritel di Mukomuko, Jeki Apriansyah, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (15/7/2025).
Jeki menjelaskan, beras yang dijual tersedia dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram. Harga kemasan 5 kilogram dijual Rp77 ribu, sedangkan kemasan 10 kilogram dijual Rp154 ribu.
“Kalau dijual semuanya dengan berat 5 kilogram harganya Rp77 ribu, dan 10 kilogram Rp154 ribu,” tutur Jeki.
Ia menambahkan, dari tiga merek tersebut, hanya dua yang paling sering dibeli oleh masyarakat, yaitu Raja Platinum dan Raja Ultima. Sementara merek Cap Selancar kurang diminati.
“Kalau yang sering dibeli masyarakat itu merek Raja Platinum dan Raja Ultima. Kalau merek Cap Selancar kurang laku,” jelas Jeki.
Jeki juga menyebut, dua merek beras premium tersebut dijual di seluruh ritel, baik di Kecamatan Penarik maupun Kecamatan Kota Mukomuko. Beras tersebut dipasok oleh CV Citra Rafflesia.
“Kalau pemasok beras premium Raja Platinum dan Raja Ultima ini diambil dari CV Citra Rafflesia. Perusahaan itu yang mengatur pendistribusiannya,” tutup Jeki.
Sementara itu, Tekad Haryanto, pemilik Toko Beras di Kelurahan Bandar Ratu, menyatakan bahwa pihaknya hanya menjual beras merek AAN asal Lampung dan beras lokal yang dibeli langsung dari heler di Lubuk Gedang.
Toko tersebut menyediakan pasokan beras sebanyak 50 kilogram. Untuk beras lokal, harga jualnya Rp700 ribu per 50 kilogram. Sedangkan beras merek AAN dijual Rp750 ribu per 50 kilogram. Keduanya juga dijual secara eceran, dengan harga Rp24 ribu per cupak untuk beras lokal dan Rp27 ribu per cupak untuk beras premium AAN.
| Kebakaran di Desa Marga Mulya Sakti, Kapolres Mukomuko Beri Dukungan untuk Korban |
|
|---|
| Penjelasan Kapolres soal Anggota Polisi Mukomuko Diduga Terlibat Pengeroyokan Pembalap Grasstrack |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pengeroyokan Pembalap Grasstrack, Anggota Polisi di Mukomuko Diperiksa |
|
|---|
| Cegah Pencemaran dan Abrasi, Polres Mukomuko Inisiasi Gerakan Bersih Pantai |
|
|---|
| Kinerja Polres Mukomuko 2025: Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat dan Penyelesaian 203 Perkara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Warlaba-di-Mukomuko-Bengkulu-jual-2-merek-beras-diduga-oplosan.jpg)