Berita Kepahiang
Beras Premium Diduga Oplosan Beredar di Kepahiang Bengkulu, Pemkab Bakal Pantau dan Laporkan ke APH
Pemkab Kepahiang akan turun memantau beras premium yang diduga oplosan ini di pasar-pasar Kepahiang.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Menyikapi kasus beras premium diduga oplosan yang kini tengah ditangani Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri, Pemkab Kepahiang Bengkulu juga akan turun tangan.
Sekda Kepahiang, Hartono mengatakan nanti, Disperkop UKM Kepahiang, bekerjasama dengan Bulog, akan turun memantau beras premium yang diduga oplosan ini di pasar-pasar Kepahiang.
Saat tim menemukan adanya beras premium diduga oplosan ini, maka akan dilaporkan ke Aparat Penegakan Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti.
"Kita pantau ke bawah, apakah benar ada beras premium oplosan ini beredar di masyarakat," kata Hartono kepada TribunBengkulu.com, Selasa (15/7/2025).
Ditegaskan Hartono, Pemkab Kepahiang berkomitmen agar masyarakat mendapatkan produk atau barang sesuai dengan harga dan kualitas.
Jika masyarakat membeli beras premium, maka harus mendapatkan beras premium, bukan beras medium yang dioplos jadi premium.
"Semua ini akan kita pantau, bekerjasama dengan semua pihak terkait," ujar Hartono.
Sebelumnya, warga di Kepahiang, Bengkulu, terutama penikmat beras premium, kini mengaku agak khawatir dengan adanya beras premium yang dioplos oleh produsen.
Salah satunya diungkapkan Tuti Sudarmini, warga Desa Lubuk Saung, mengatakan selama ini, dirinya selalu mengonsumsi beras premium, karena lebih enak, harum, putih, dan pulen.
Namun, beras yang biasa dia konsumsi, ternyata masuk dalam daftar beras premium oplosan yang diumumkan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri.
"Makanya, sekarang saya mau nanya-nanya ke penjual dulu, mana beras yang bagus," kata Tuti kepada TribunBengkulu.com, Selasa (15/7/2025).
Selama ini, Tuti mengatakan belum merasakan perubahan dari beras premium yang dia konsumsi.
Akan tetapi, dengan kejadian yang saat ini terjadi, dirinya sedikit khawatir dengan kualitas beras yang dia dapat.
Sementara, salah satu pedagang beras, Maryati mengatakan dirinya sedikit menyesal sudah mengambil banyak stok beras premium ini, lalu kemudian muncul berita oplosan ini.
| BKD dan PUPR Jadi OPD dengan Temuan BPK Terbanyak di Kepahiang |
|
|---|
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Kepahiang Kembali Raih Opini WTP, Bupati Zurdi Nata Sebut Hasil Kerja Keras Seluruh OPD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Sekda-Kepahiang-soal-beras-premium-diduga-oplosan.jpg)