Selasa, 9 Juni 2026

Tak Gentar! Soenarko Siap Mati Demi Prabowo, Agar Usut Kasus Ijazah Jokowi

Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) sekaligus eks Danjen Kopassus, mayjen TNI (Purn) Soenarko, siap mati demi Prabowo.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
WartaKotalive?Ramadhan LQ
IJAZAH JOKOWI - Pernyataan Soenarko siap mati demi Prabowo, agar sang Presiden usut tuntas Ijazah Jokowi. Selasa (15/7/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) sekaligus eks Danjen Kopassus, mayjen TNI (Purn) Soenarko, siap mati demi Prabowo.

Bukan tanpa sebab, Soenarko siap mati demi Prabowo agar sang Presiden bisa mengusut kasus Ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

Dalam konferensi pers, Senin (14/7/2025) kemarin, Soenarko menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Prabowo.

Dia siap mengorbankan nyawa demi mendukung Prabowo menuntaskan kasus ijazah Jokowi hingga ke akar-akarnya.

Dalam pernyataannya, Soenarko mendesak Prabowo agar tetap tegak lurus pada prinsip kejujuran dan keadilan, tanpa gentar menghadapi tekanan politik.

"(Kasus ijazah Jokowi) Mudah diselesaikan kalau Presiden mau bersikap jujur, adil, bertanggung jawab," kata Soenarko dilansir dari Serambinews.com, Selasa (15/7/2025).

"Kalau ada yang mengganggu Bapak, kalau Bapak sudah jujur dan adil, saya siap mati di depan Bapak dan banyak rakyat untuk melindungi Bapak Presiden,"

"Jangan takut," tegas Mantan Pangdam IM ini sebagaimana dikutip dari YouTube Kompas TV.

Lebih lanjut, Soenarko meminta Prabowo muncul untuk menyelesaikan kegaduhan yang sedang terjadi akibat ijazah Jokowi.

"Saya cuma mengimbau atau minta atau teriak kepada Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo, ke mana Bapak dengan kasus-kasus begini?"

"Ringan saja, kok bikin gaduh bangsa ini," timpalnya.

Soenarko menilai, aparat yang dikendalikan oleh Prabowo selama ini tidak bertindak jujur dan adil dalam menangani kasus ijazah Jokowi.

Baca juga: Rekam Jejak Jenderal Soenarko Ngamuk ke Luhut Gara-gara Disebut Kampungan, Eks Danjen Kopassus

Soenarko melihat, permasalah ijazah Jokowi ini sangat mudah untuk diselesaikan jika aparat bertindak jujur dan adil.

"Gaduh ini saat ini, kalau berlanjut, bukan gaduh, Pak, mungkin kita bisa pecah belah karena aparat yang bapak kendalikan bertindak tidak jujur dan tidak adil,".

"Udah sangat kelihatan absurd," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved