Berita Bengkulu Tengah
Pemkab Bengkulu Tengah Telusuri Beras Diduga Oplosan yang Masih Beredar
Pemkab Bengkulu Tengah melalui Disdagperinkop dan UKM akan segera menelusuri beras berbagai merk yang diduga oplosan.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) akan segera menelusuri beras berbagai merk yang diduga oplosan.
Dari penelusuran TribunBengkulu.com, terdapat sejumlah perusahaan produsen beras yang diduga melakukan pengoplosan (pencampuran,red) beras premium dengan beras kualitas dibawahnya.
Tak hanya itu, juga ada indikasi pengurangan jumlah atau berat bersih beras kemasan yang dijual.
"Kami sudah menerima informasi tersebut. Kami juga akan berkoordinasi dengan Disdagperikop Provinsi Bengkulu," ungkap Kabid Perlindungan Konsumen dan Kementrologian Disdagperinkop Bengkulu Tengah, Mimi Noviarti, Rabu (16/7/2025).
Diketahui, terdapat beberapa merek beras kemasan yang diduga dioplos.
Diantaranya, beras yang berasal dari PT Wilmar dengan merk Sania, Fortune dan Siip yang merupakan produk PT Wilmar Group, merk Raja Platinum dan Raja Ultima dari PT Belitang Panen Raya serta merk Dua Koki dari PT Subur jaya indotama.
Berbagai jenis beras kemasan tersebut masih ditemukan di sejumlah warung serta minimarket yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Tengah
"Ya, nanti akan dilakukan pengecekan langsung ke lapangan. Nanti kita informasikan hasilnya," jelas Mimi.
Beras Diduga Oplosan Masih Ditemukan Beredar di Bengkulu Tengah
Sebanyak 10 perusahaan produsen beras diduga mengoplos beras premium dengan beras yang memiliki kualitas dibawahnya dan melakukan pengurangan jumlah beras dalam kemasan.
Hal tersebut terungkap setelah Kementerian Pertanian (Mentan) melakukan sidak bekerjsama dengan Polri beberapa waktu lalu.
Dari pantauan TribunBengkulu.com, sejumlah merk beras dari dua produsen beras yang masuk dalam daftar tersebut masih dijual bebas di Bengkulu Tengah.
Beras yang ditemukan ini berasal dari PT Wilmar dengan merk Sania, Fortune dan Siip yang merupakan produk PT Wilmar Group, merk Raja Platinum dan Raja Ultima dari PT Belitang Panen Raya dan merk Dua Koki dari PT Subur jaya indotama.
Hingga saat ini, beras-beras yang diduga dioplos tersebut masih ditemukan di mini market modern dan toko-toko kelontong.
"Untuk merk Sania, Fortune dan Siip memang kemarin ada informasi penarikan, tetapi setelah kita kembalikan, malah hari ini masuk lagi dengan merk Sania," ujar salah satu pegawai minimarket, Selasa (15/7/2025).
Sementara itu, pemilik toko kelontong di Bengkulu Tengah, Eva mengaku tidak mengetahui bahwa beberapa beras yang ia jual merupakan beras oplosan.
"Saya tidak tahu kalau itu oplosan, kalau dari segi penjualan, beras merk Sania paling banyak diminati," ujar Eva.
Ia pun hanya bisa pasrah jika nantinya Pemerintah meminta untuk dilakukan pengembalian barang.
"Harganya juga naik sekitar seribu rupiah tiap kilonya beberapa waktu lalu. Tapi memang permintaan masih tinggi," sampainya.
TribunBengkulu.com, pun mencoba menimbang dan memastikan berat dari beras yang diduga melakukan pengurangan takaran.
Saat ditimbang, seluruh merk yang diduga mengurangi jumlah takaran memiliki jumlah yang sesuai dengan yang tertera di masing-masing kemasan.
| Menarik! Pengantin di Bengkulu Tengah Bakal Langsung Terima Dokumen Kependudukan Usai Akad Nikah |
|
|---|
| Distan Bengkulu Tengah Turun ke Pabrik, Cek Penyebab Harga TBS Masih di Bawah Ketetapan Pemprov |
|
|---|
| Gaji ke-13 ASN Bengkulu Tengah Segera Cair, Anggaran Disiapkan Rp18 Miliar |
|
|---|
| Marak Penipuan Digital dan Judi Online, Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Literasi Keuangan Warga |
|
|---|
| PAW DPRD Bengkulu Tengah, Zenrodi Gantikan ST Mukhlis yang Terjerat Korupsi Dana Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pemkab-Bengkulu-Tengah-Telusuri-Beras-Diduga-Oplosan-yang-Masih-Beredar.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.