Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Kasus DBD di Bengkulu Utara Triwulan II April–Juni 2025 Tercatat 52 Kasus, Terbanyak di Arga Makmur

Kasus DBD di Bengkulu Utara kembali menurun pada April–Juni 2025. Dinkes mencatat 52 kasus, terbanyak di daerah padat penduduk.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
DINAS KESEHATAN – Sub Koordinator P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi, saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Rabu (23/7/2025). Jumlah kasus DBD di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada triwulan II (periode April–Juni) kembali mengalami penurunan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, kembali mengalami penurunan pada triwulan II tahun 2025, yakni periode April hingga Juni.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara mencatat sebanyak 52 warga terjangkit penyakit tersebut.

"Kasus DBD di Bengkulu Utara pada tahun 2025 triwulan II ini ada 52 kasus," kata Subkoordinator P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi.

Jumlah kasus tersebut tercatat selama periode April hingga Juni 2025. Angka ini menurun dibandingkan temuan pada triwulan I tahun 2025.

"Angka tersebut mengalami penurunan dari TW 1 sebelumnya," ujar Bintoro.

Sebagian besar kasus DBD terjadi di wilayah Kecamatan Arga Makmur, Kerkap, dan Marga Sakti Sebelat yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.

"Kecamatan yang paling banyak terjangkit penyakit DBD itu Arga Makmur, Kerkap, dan Marga Sakti Sebelat karena kepadatan penduduk," ucap Bintoro.

Menurut Bintoro, penyebab utama meningkatnya kasus DBD di Bengkulu Utara adalah masih banyaknya tempat berkembang biaknya nyamuk yang tidak terawasi.

Baca juga: Update Prakiraan Cuaca Bengkulu Utara di 19 Kecamatan Rabu 23 Juli 2025

"Penyebab utama itu masih banyak tempat perkembangbiakan nyamuk yang tidak terawasi seperti di bengkel ban bekas dan tempurung tempat sadap karet yang terapung air hujan dan lainnya," ungkapnya.

Untuk menekan kasus DBD, Dinkes Bengkulu Utara telah rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan upaya ini terbukti cukup efektif.

"Upaya kita dengan tetap melakukan PSN rutin seminggu sekali di setiap tempat yang terindikasi menjadi sumber penyakit DBD terbukti efektif menekan kasus DBD," jelas Bintoro.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Bengkulu Utara agar turut melakukan PSN secara mandiri guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

"Kami mengimbau kepada segenap masyarakat untuk melakukan pencegahan dini penyakit DBD dengan PSN, awasi lokasi yang menjadi sumber penyakit tersebut apalagi musim penghujan ini," imbau Bintoro.

Bintoro berharap, ke depan kasus DBD di Kabupaten Bengkulu Utara dapat terus menurun.

"Semoga ke depannya kasus DBD di Bengkulu Utara mengalami penurunan," harapnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved