Berita Bengkulu Tengah
Pencurian Meteran Air Marak di Bengkulu Tengah, 14 Unit Raib dalam Semalam
Warga Bengkulu Tengah kini resah akibat maraknya aksi pencurian meteran air milik pelanggan PDAM.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH – Warga Bengkulu Tengah kini resah akibat maraknya aksi pencurian meteran air milik pelanggan PDAM.
Dalam satu malam, sebanyak 14 unit water meter milik pelanggan Perumda Air Minum Tirta Rafflesia digondol maling. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari (26/7/2025).
Sebelumnya, pada Sabtu (19/7/2025) pekan lalu, kawanan pencuri juga berhasil menggasak 16 unit water meter dalam satu malam.
Lokasi kejadian paling banyak ditemukan di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat. Namun, kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Karang Tinggi dan Kecamatan Taba Penanjung.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Rafflesia, Movizar Apriadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa total meteran yang dicuri dalam beberapa waktu terakhir telah mencapai 40 unit.
"Ya, dari laporan yang kami terima hari ini, ada 14 unit yang dicuri. Kalau ditotal sejak kejadian awal, sudah 40 unit meteran air yang raib," ujar Movizar, Sabtu (26/7/2025).
Baca juga: Pemkab Buka Suara Terkait Gaji Kades dan Perangkat Desa di Bengkulu Tengah Nunggak 3 Bulan
Movizar menjelaskan bahwa sesuai surat perjanjian yang ditandatangani saat pemasangan sambungan air bersih, tanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan meteran berada di tangan pelanggan.
Karena itu, pelanggan yang mengalami kehilangan harus mengganti unit yang hilang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Karena itu tanggung jawab pelanggan, maka untuk sementara distribusi air ke rumah mereka akan kami hentikan dulu sampai mereka mengganti meterannya," jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihak Perumda mengimbau agar pelanggan memperkuat pengamanan di area pemasangan meteran.
Pelanggan juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi kehilangan atau kerusakan.
"Kami imbau agar meteran dipasang di tempat yang lebih aman, mudah diawasi, dan terlindung dari aksi kriminal. Tetap waspada dan jaga fasilitas bersama, agar tidak menjadi korban berikutnya," tutup Movizar.
Baca Berita TribunBengkulu.com Lainnya di Google News
| Warga Penanding Bengkulu Tengah Dukung Langkah Kodim, Jembatan Permanen Tetap Jadi Harapan |
|
|---|
| Awasi Harga TBS, Pemkab Bengkulu Tengah Akan Datangi Seluruh Pabrik Sawit |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Penanding Bengkulu Tengah Masuk Kajian Kodim 0407/Bengkulu |
|
|---|
| Groundbreaking Jembatan Garuda Tahap V dan VI Dimulai, Taba Pasmah Bengkulu Tengah Jadi Prioritas |
|
|---|
| Stok Berlimpah, Harga Cabai di Bengkulu Tengah Turun hingga Rp 45 Ribu per Kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Meteran-PDAM-Jadi-Sasaran-Maling-14-Unit-Raib-Dalam-Semalam-di-Bengkulu-Tengah.jpg)