Berita Kepahiang
Koperasi Merah Putih, Kades di Kepahiang Bengkulu Takut Program Simpan Pinjam
Para kepala desa (kades) di Kepahiang Bengkulu mengakui sedikit takut dan khawatir dengan program simpan pinjam di koperasi merah putih.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Para kepala desa (kades) di Kepahiang Bengkulu mengakui sedikit takut dan khawatir dengan program simpan pinjam di koperasi merah putih.
Para kades ini khawatir jika nantinya ada tunggakan masyarakat, dan pihak koperasi kesulitan untuk menagih.
Kades Lubuk Penyamun di Merigi, Rasmandani mengatakan secara umum, dirinya menilai masyarakat belum semuanya siap dengan sistem simpan pinjam ini.
Dirinya khawatir, ada tunggakan, dan membuat konflik antara masyarakat dengan pengurus koperasi.
"Takutnya nanti, pengurus dikejar dengan parang oleh masyarakat penunggak," kata Rasmandani kepada TribunBengkulu.com, Selasa (29/7/2025).
Meski demikian, dalam program kerja koperasi merah putih yang nanti akan diusulkan, Rasmandani mengatakan akan tetap memasukkan simpan pinjam, jika memang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Baca juga: Ops Antik Nala 2025, Tujuh Pengguna Narkoba di Kepahiang Bengkulu Diringkus Polisi
Rasmandani mengatakan dirinya masih mengumpulkan usulan dan kebutuhan warga untuk masuk program kerja koperasi merah putih ini, untuk kemudian diusulkan ke tingkat selanjutnya.
Kekhawatiran yang sama juga dikatakan kades Pulu Geto Baru, Kecamatan Merigi, Riska Amelia.
Sebagai jaga-jaga, Riska mengatakan pola simpan pinjam nantinya akan menggunakan agunan atau jaminan, jika ada masyarakat yang datang meminjam.
Dengan adanya jaminan ini, setidaknya meski ada warga yang menunggak, kas dan aliran dana koperasi lebih terjaga, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Setidaknya, ini lebih aman untuk simpan pinjam, jaga-jaga kalau ada warga yang menunggak," ungkap Riska.
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Kepahiang Kembali Raih Opini WTP, Bupati Zurdi Nata Sebut Hasil Kerja Keras Seluruh OPD |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kepahiang: Kemajuan Teknologi Tanpa Moral Bisa Menyesatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kades-Lubuk-Penyamun-Rasmandani.jpg)