Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Modus Penipuan Paket Perjalanan Umroh di Bengkulu Utara, Korban Capai 13 Orang

Modus pelaku penipuan paket perjalanan umroh yang dilaporkan warga ke polres Bengkulu Utara pada Minggu malam (27/6/2025).

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
IPDA MUHAMMAD RIZKY – Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Utara, Ipda Muhammad Rizky Dirgantara, saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Senin (28/7/2025), terkait modus penipuan paket perjalanan umroh yang dilaporkan warga ke Polres Bengkulu Utara pada Minggu malam (27/7/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
 
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Sebanyak 13 warga Kabupaten Bengkulu Utara menjadi korban penipuan berkedok paket perjalanan umroh. Para korban dijanjikan akan diberangkatkan pada April 2025, namun hingga akhir Juli, janji tersebut tak kunjung terealisasi.

Total kerugian yang dialami seluruh korban mencapai Rp415 juta. Mereka melaporkan kasus ini ke Polres Bengkulu Utara pada Minggu malam (27/6/2025).

Kanit Pidum Polres Bengkulu Utara, Ipda Muhammad Rizky Dirgantara, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa 13 warga telah melaporkan diri sebagai korban penipuan.

"Korban yang telah melapor berjumlah 13 orang," ujar Rizky.

Dari laporan yang diterima, masing-masing korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca juga: 13 Warga Bengkulu Utara Lapor Polisi atas Dugaan Penipuan Umroh, Kerugian Capai Rp415 Juta

"Macam-macam total kerugian yang dialami korban, ada yang Rp35–37 juta, dan bahkan ada yang mencapai Rp50–70 juta," beber Rizky.

Modus penipuan dilakukan dengan cara membujuk para korban dan menjanjikan keberangkatan umroh.

"Modusnya mereka (terlapor_red) mengiming-imingi akan memberangkatkan umroh," jelas Rizky.

Namun, jadwal keberangkatan yang semula dijanjikan pada April terus mengalami penundaan hingga akhir Juli 2025.

"Jadwal keberangkatan korban itu bulan April, namun selalu ditunda-tunda terus hingga sekarang," ungkap Rizky.

Sementara itu, berdasarkan laporan para korban, saat ini terdapat tiga orang yang diduga sebagai terlapor.

"Untuk terlapor sejauh ini ada tiga orang," ujar Rizky.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved