Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bengkulu Tengah

Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Bengkulu Tengah: Warga Waspadai Lereng Curam

BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya
CUACA EKSTREM - Kondisi jalan Lintas Bengkulu-Kepahiang Desa Talang Empat Kecamatan Karang Tinggi Bengkulu Tengah, saat dilanda hujan lebat, Jumat (1/8/2025) sore. BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, mengatakan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana di lingkungan masing-masing.

“Warga agar tidak beraktivitas di lereng yang curam. Bila sedang dalam perjalanan, khususnya di jalur Liku Sembilan Kecamatan Taba Penanjung, tetap waspada karena sering terjadi pohon tumbang saat angin kencang,” kata Harmen, Jumat (1/8/2025) sekitar pukul 15.40 WIB.

Baca juga: Kejari Sita 4 HP Usut Skandal Korupsi Bawaslu Bengkulu Tengah Usai Tetapkan Eks Korsek Tersangka

Selain itu, warga diminta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran sungai, melakukan pembersihan drainase minimal di sekitar rumah, serta meningkatkan kewaspadaan terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.

Sebagai langkah kesiapan darurat, BPBD Bengkulu Tengah telah menyiagakan 35 personel satgas yang dibagi di dua posko, yakni Posko Nakau dan Posko Gunung di Kecamatan Taba Penanjung. Setiap posko memiliki lima personel piket yang bersiaga 24 jam penuh.

“Jika ada laporan kejadian bencana dari masyarakat maupun pihak terkait, personel akan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan hingga penanganan darurat terhadap warga terdampak,” jelas Harmen.

BPBD Bengkulu Tengah juga menyiapkan sejumlah peralatan pendukung penanggulangan bencana, antara lain satu unit mobil L300, satu unit mobil double cabin, perahu karet, hingga chainsaw untuk penanganan pohon tumbang.

Harmen menambahkan, masyarakat maupun pengguna jalan yang melintasi jalur rawan di Liku Sembilan diminta lebih berhati-hati.

“Kami minta tetap waspada karena di jalur itu kerap terjadi tanah longsor maupun pohon tumbang saat hujan deras,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved