Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Kabar Gembira! Bengkulu Utara Terima Tambahan Pupuk Subsidi 247 Kg Urea dan 1,4 Ton NPK

Kabupaten Bengkulu Utara hingga Agustus 2025 ini mendapat tambahan alokasi pupuk subsidi untuk jenis urea 247 Kg dan NPK 1,4 ton.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
PUPUK SUBSIDI - Sekretaris DTPHP Bengkulu Utara Juwita Abadi saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Jumat (8/8/2025). Kabupaten Bengkulu Utara hingga Agustus 2025 ini mendapat tambahan alokasi pupuk subsidi untuk jenis urea 247 Kg dan NPK 1,4 ton. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Kabupaten Bengkulu Utara hingga Agustus 2025 ini mendapat tambahan alokasi pupuk subsidi untuk jenis urea 247 Kg dan NPK 1,4 ton. 

Awalnya Pemkab Bengkulu Utara melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) pasokan pupuk subsidi di Bengkulu Utara sebanyak 1.7 ton urea dan 2.1 ton NPK. 

Sedangkan berdasarkan inputan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi di Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 2,1 ton urea dan 3,5 ton NPK. 

Sekretaris DTPHP Bengkulu Utara Juwita Abadi menyampaikan, berdasarkan SK dari pemerintah Provinsi Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara kembali mendapatkan tambahan pupuk subsidi sebanyak 247 Kg Urea dan 1,4 Ton NPK. 

Sehingga inputan RDKK pupuk bersubsidi di Kabupaten Bengkulu Utara telah 100 persen terpenuhi dengan capaian pupuk urea 2 ton dan NPK 3,5 ton. 

"Jadi kita mendapatkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi sesuai dengan inputan RDKK urea 2,1 ton dan NPK 3,5 ton, alhamdulillah sampai dengan Agustus 2025 terpenuhi semua 100 persen," ucap Juwita, Jumat (8/8/2025).

Baca juga: Penjelasan Kontraktor Terkait Lantai Jembatan di Pinang Raya Bengkulu Utara Amblas

Terpenuhinya kebutuhan tersebut dapat mendukung program swasembada pangan yang menjadi astacita Presiden Indonesia. 

Disisi lain Juwita menerangkan terkait capaian realisasi distribusi pupuk tersebut hingga Juli 2025. 

"Terkait realisasi sampai bulan Juli 2025 itu sudah mencapai 60 persen NPK dan urea 50 persen dari total alokasi keseluruhan," beber Juwita. 

Ia mengimbau kepada petani yang memasuki masa tanam ketiga untuk memanfaatkan pupuk tersebut dengan langsung mengambil di masing-masing kios yang ada diwilayahnya. 

"Memasuki musim tanam ketiga ini kami berharap petani dapat memanfaatkan pupuk bersubsidi ini dengan mendatangi kios tempat RDKK masing-masing sehingga serapan pupuk kita bisa maksimal sampai dengan akhir tahun 2025," imbau Juwita.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved