Berita Mukomuko
DPRD Soroti Sepinya Wisata Danau Lebar Mukomuko, Pemda Diminta Cari Solusi Jitu
Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko soal Objek Wisata Danau Lebar, harus ada campur tangan Pemerintah Daerah untuk mendongkrak PAD.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Bengkulu, Frenky Janas menanggapi objek wisata danau lebar yang berada di Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko sepi.
Objek wisata itu memiliki pesona alam yang memikat setiap pengunjung yang datang, dengan suasana alam yang masih terjaga.
Kader PPP Mukomuko ini mengatakan, objek wisata danau lebar ini mendapatkan modal dari anggaran pemerintah desa.
Pihaknya meminta di tahun 2026 nanti adanyan campur tangan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mukomuko.
“Harapan kita kedepan di tahun 2026 nanti dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dapat memajukan objek wisata yang ada,” ungkap Frenky Janas, saat diwawancarai Senin (18/8/2025) sekitar pukul 11.42 WIB.
Frenky menjelaskan, objek wisata yang ada di Mukomuko ini, merupakan salatu pendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di Mukomuko jika Pemerintah Daerah dapat bekerjasama dengan Pemerintah Desa.
Baca juga: Polemik Kenaikan PBB Merebak, Bupati Choirul Huda Angkat Bicara untuk Mukomuko
Kalau tak bisa bekerjasama, solusinya mencari pihak ketiga untuk mengelola objek wisata danau lebar itu.
“Objek wisata danau lebar ini salah satu pendongkrak PAD kita, jika Pemerintah Kabupaten Mukomuko dapat bekerjasama dengan Pemerintah Desa, kalau tidak bisa kita cari solusi dengan pihak ketiga untuk mengelolanya,” jelas Frenky.
Namun balik lagi dengan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dimana pemerintah Kabupaten Mukomuko dapat mendukung penuh dari objek wisata danau lebar.
Diharapkan juga Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dapat melihat potensi PAD yang ada di Objek Wisata Danau Lebar ini.
“Tergantung dari Pemerintah daerah bagaiaman Pemerintah Daerah dapat mendukung objek wisata ini, dengan melihat potensi PAD yang ada di Danau Lebar,” tutup Fenky.
Tanggapan Warga Soal Danau Lebar
Objek wisata danau lebar yang berada di Desa Setia Budi memiliki pesona tersendiri bagi penikmat panorama alam.
Objek wisata danau lebar yang berada di Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu yang masih asri ini, mulai perlahan-lahan ditinggalkan.
Di danau lebar dulunya, sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan, lantran suasana yang masih asri dan udara segar yang masih terjaga.
Ditambah pemandangan yang masih alami, dengan dua pulau yang berada di tengah danau menjadi magnet tersendiri.
Dulu banyak atraksi ditampilkan di objek wisata ini, mulai dari kuda lumping hingga konser dangdut.
Namun, sekarang objek wisata ini hanya sesekali dikunjungi pasangan muda atau warga sekitar yang memancing di tepi danau.
Menurut Suprapto, seorang warga yang masih mengunjungi danau lebar ini, berharap danau lebar bisa ramai kembali seperti sebelumnya.
Pasalnya objek wisata danau lebar ini, memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan baik.
“Harapanya bisa ramai seperti dulu, karena objek wisata danau lebar ini punya potensi besar,” ungkap Suprapto saat diwawancarai, Minggu (10/8/2025) sekitar 15.24 WIB.
Suprapto menjelaskan, sepinya objek wisata danau lebar ini, lantaran terkendala modal untuk membangun wahana baru.
Jika menggunakan modal dari desa sendiri, lanjut Suprapto, pihak desa tak akan mampu memberikan modal untuk membangun objek wisata ini.
“Sayang sekali kalau sampai tak ramai lagi, sepi nya objek wisata ini, mungkin dipengaruhi modal yang tak ada untuk wahana baru,” jelas Suprapto.
Pihaknya berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko maupun dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, untuk kembali meramaikan objek wisata ini.
Seperti dengan pembangunan jembatan gantung dari pinggir danau ke pulau yang ada di tengah danau.
Ataupun dibangung tracking di pinggir danau lebar ini, agar orang dapat bersantai disepanjang trackingnya, dirinya merasa akan menjadi daya tarik tersendiri.
Kemudian, adanya pembibitan ikan di danau ini, agar nanti para pemancing dapat memancing di danau lebar ini.
Dengan adanya bantuan seperti itu dari pemerintah, akan mendongkrang pendapatan asli daerah dan desa, dan UMKM yang ada disekitar objek wisata juga hidup.
“Kalau adanya wahana baru, seperti jembatan gantung, tracking di pinggir danau dan bibit ikan di danau ini, pasti ramai, danau lebar pun menjadi ikonik warga,” tutup Suprapto.
Untuk diketahui, fasilitas umum seperti toilet umum, mushola dan parkir sudah ada di danau lebar, termasuk kebutuhan listrik.
Selain itu, untuk akses jalan ke objek wisata danau lebar terbilang mulus lantaran dari Kota Mukomuko kita akan melewati jalan aspal dengan jarak sekitar 20 kilometer.
Dari jalan aspal menuju objek wisata danau lebar juga sudah rabat beton, hal ini yang menjadi nilai tambah untuk berwisata alam tanpa harus melalui akses jalan yang rumit.
| Kebakaran di Desa Marga Mulya Sakti, Kapolres Mukomuko Beri Dukungan untuk Korban |
|
|---|
| Penjelasan Kapolres soal Anggota Polisi Mukomuko Diduga Terlibat Pengeroyokan Pembalap Grasstrack |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pengeroyokan Pembalap Grasstrack, Anggota Polisi di Mukomuko Diperiksa |
|
|---|
| Cegah Pencemaran dan Abrasi, Polres Mukomuko Inisiasi Gerakan Bersih Pantai |
|
|---|
| Kinerja Polres Mukomuko 2025: Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat dan Penyelesaian 203 Perkara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tanggapan-Wakil-Ketua-Komisi-III-DPRD-Mukomuko-soal-Danau-Lebar.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.