Selasa, 9 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

164 Warga Bengkulu Utara Jadi Korban Gigitan Hewan Penular Rabies Sepanjang 2025

164 warga Bengkulu Utara jadi korban gigitan hewan penular rabies Januari–Juli 2025. Warga diimbau tetap waspada.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
KABID P2P – Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara, Pratiwi, saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Rabu (20/8/2025). Sebanyak 164 warga Bengkulu Utara tercatat menjadi korban Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada periode Januari–Juli 2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
 
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Sebanyak 164 warga Bengkulu Utara menjadi korban Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dalam periode Januari–Juli 2025.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara, Pratiwi, mengungkapkan sejumlah kasus GHPR di kabupaten tersebut.

"Kasus GHPR di Kabupaten Bengkulu Utara tercatat 164 korban," ujar Pratiwi.

Menurutnya, seluruh kasus tersebut terjadi sejak Januari hingga Juli 2025.

"Kasus ini terhitung sejak bulan Januari sampai Juli 2025," tambahnya.

Pratiwi menjelaskan, dari total kasus tersebut terjadi penurunan sebanyak 21 kasus pada Juli 2025. Penurunan ini disebabkan oleh gigitan 10 kucing, 10 anjing, dan 1 monyet.

"Pada bulan Juli kasus ini terjadi penurunan," beber Pratiwi.

Meski demikian, ia menerangkan langkah pencegahan GHPR tetap dilakukan dengan vaksinasi terhadap hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, dan monyet, di vaksin center terdekat.

"Kita menyediakan vaksin di vaksin center yang terletak di Lais, Ketahun, Bukit Harapan, dan Puskesmas Kerkap," ungkap Pratiwi.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap waspada terhadap hewan penular rabies.

"Tetap menjaga kesehatan dan waspada terhadap binatang seperti anjing, kucing, dan monyet," imbau Pratiwi.

Pratiwi berharap kasus GHPR di Bengkulu Utara dapat terus menurun setiap bulannya.

"Semoga kasus itu terus mengalami penurunan ke depannya," harap Pratiwi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved