Berita Bengkulu Utara

Program Cetak Sawah 868 Hektare di Pulau Enggano Bengkulu Utara Terkendala Transportasi Alat Berat

Cetak sawah 868 hektare di Pulau Enggano terkendala transportasi alat berat dan cuaca laut yang tidak menentu.

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
KEPALA DTPHP - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Bengkulu Utara Abdul Hadi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (21/8/2025). Program cetak sawah 868 hektare di Pulau Enggano terkendala transportasi alat berat dan cuaca laut yang tidak menentu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
 
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara terus menindaklanjuti program cetak sawah di Pulau Enggano.

Total luas lahan cetak sawah yang disiapkan mencapai 868 hektare dari usulan sebelumnya sebesar 1.200 hektare. Lahan tersebut terbagi di tiga desa, yakni Desa Banjar Sari seluas 617 hektare, Desa Malakoni 48 hektare, dan Desa Kahyapu 203 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Bengkulu Utara, Abdul Hadi, menjelaskan progres program tersebut.

"Untuk cetak sawah di Enggano sudah berproses dari Tim SID sudah selesai melaksanakan tugas SID sampai ke sosialnya," ucap Abdul Hadi.

Ia melanjutkan, saat ini pihak pelaksana sedang melakukan pengerjaan sekaligus mendistribusikan alat berat ke Pulau Enggano.

"Posisi sekarang dari pihak pelaksana dari danrem melalui dandim sedang dalam proses pengerjaan dan pendistribusian alat berat untuk pelaksanaan cetak sawah di Enggano," terang Abdul.

Abdul menuturkan, total alat berat yang akan didistribusikan mencapai 20 unit.

Baca juga: Polres Bengkulu Tengah Tangkap Dua Pria Asal Bengkulu Utara Bawa 9 Gram Sabu Senilai Rp15 Juta

Namun, hingga kini baru 10 unit yang berhasil dikirim ke Pulau Enggano.

"Saat ini kendalanya transportasi untuk membawa alat berat itu," ujar Abdul.

Keterbatasan kapal pengangkut dan jauhnya waktu tempuh menjadi hambatan utama. Selain itu, faktor cuaca juga sering kali mengganggu keberangkatan kapal pembawa alat berat.

"Kemampuan dari ASDP mengizinkan untuk membawa alat berat dalam sekali berangkat itu dua unit alat berat, disitu lah terkadang ada gagal berangkatnya karena cuaca ini sedikit agak terhambat," jelas Abdul.

Program cetak sawah ini ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari sejak 25 Juli 2025.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved