Berita Bengkulu
Pesan Tegas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Retreat Merah Putih V: Rumah Ibadah Harus Buka 24 Jam
50 ASN di Pemerintah Provinsi Bengkulu ikuti Retreat Merah Putih angkatan ke 5, Gubernur Bengkulu ingin rumah ibadah buka 24 Jam.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- 50 ASN Pemprov Bengkulu dari Bapenda, Dinas Perkim, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas ESDM, DP3AP2KB , Dinas PUPR, BPKAD, RSUD M Yunus dan RSJKO mengikuti Retreat Merah Putih angkatan ke-5, Kamis (8/1/2026).
- Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta ASN yang ikut dalam retreat ini dapat menghidupkan rumah ibadah selama 24 jam.
- Retreat merah putih ini, berbasis rumah ibadah, selain di rumah ibadah peserta retreat ini akan berkunjung ke rumah-rumah tetangga.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Cuaca mendung di Kota Bengkulu, membuat ASN Pemerintah Provinsi Bengkulu bersemangat mengikuti Retreat Merah Putih angkatan ke-5, Kamis (8/1/2026).
Pelepasan Retreat Merah Putih angkatan ke-5 ini dilakukan di Masjid Raya Baitul Izzah, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta ASN yang ikut dalam retreat ini dapat menghidupkan rumah ibadah selama 24 jam.
Kegiatan ini juga diikuti oleh 50 ASN dari Bapenda, Dinas Perkim, Dinas Ketahanan pangan, Dinas ESDM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu, Dinas PUPR, BPKAD, RS M Yunus dan RSJKO.
Nanti kegiatan retreat ini dilakukan selama 3 hari di setiap rumah ibadah di Kota Bengkulu.
“Tujuan dari rumah ibadah ini, agar rumah ibadah di Provinsi Bengkulu ini buka 24 jam, rumah ibadah bukan hanya ritual ibadah agama saja, tetapi juga untuk sosial, tamu dan segala macamnya,” ungkap Helmi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, di Majid Raya Baitul Izzah Bengkulu, Kamis (8/1/2026).
Dengan adanya retreat ini adanya mitigasi langit, karena mitigasi bencana saja tidak cukup.
Untuk mitigasi bencana Jepang sangat jago, namun ketika datang gempa dan Tsunami, banyak korban jiwa dan kerugian material.
Baca juga: Puskaki Soroti Urgensi DPRD Bengkulu Habiskan Rp1,9 Miliar Untuk Cetak Kalender 2026
“Jepang jagonya mitigasi bencana, namun ketika datang gempa dan Tsunami banyak korban jiwa dan kerugian material. Untuk Bengkulu alhamdulillah masih dijaga, kita sebagai orang beragama tidak cukup dengan mitigasi bencana, namun perlu mitigasi langit,” jelas Helmi.
Retreat merah putih ini, berbasis rumah ibadah, selain di rumah ibadah peserta retreat ini akan berkunjung ke rumah-rumah tetangga.
Di sana nanti, mereka mencari tahu tentang di rumahnya ada sembako, ada atau tidak anak yatim-piatu yang belum di data.
“Nanti peserta retreat akan ke rumah-rumah, agar tahu ada atau tidak sembako, ada atau tidak anak yatim yang belum di data, kita kan lagi program kan 100 persen anak yatim apa pun agama dan suku nya, diangkat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur serta seluruh jajaran Pemprov, untuk SMA dan Sederajat, sementara SMP ke bawah itu Wali Kota dan Bupati jajarannya,” tutup Helmi.
berita bengkulu hari ini
Berita Bengkulu
berita bengkulu terupdate
Berita Harian Helmi Hasan
Gubernur Helmi Hasan
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan
| Kronologi Bocah 11 Tahun di Bengkulu Diduga Korban Penculikan, Berhasil Kabur dan Pulang Selamat |
|
|---|
| Usai Terapkan WFA Ngantor 3 Hari, Bengkulu Tengah Kini Siap Pangkas Jumlah OPD |
|
|---|
| Ingin Long Weekend Bersama Keluarga? Ini Informasi Cuaca dari BMKG di Bengkulu |
|
|---|
| Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Bengkulu Tengah Minta Kades Tetap Fokus Layani Masyarakat |
|
|---|
| Giliran Bengkulu Tengah, Setelah Masuk Kantor hanya 3 Hari, Kini Juga Akan Pangkas Jumlah OPD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Gubernur-Bengkulu-Helmi-Hasan-saat-memberikan-arahan-ke-peserta-retreat.jpg)