Kamis, 11 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Perbaikan Jembatan di Tanjung Aur Bengkulu Selatan, Warga Berharap Terbebas dari Banjir

Jembatan di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan akhirnya mulai diperbaiki.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita
SOHERMAN - Mantan Kepala desa dan merupakan warga yang rumahnya kerapa terkena banjir, Soherman saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (18/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Perbaikan jembatan di Desa Tanjung Aur, Bengkulu Selatan, disambut harapan besar oleh warga setempat.
  • Mereka berharap pembangunan tersebut dapat mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat.
  • Saat hujan deras, sejumlah rumah di sekitar jembatan terdampak, bahkan lahan pertanian warga turut terendam.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Jembatan di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan akhirnya mulai diperbaiki.

Diketahui, jembatan yang menghubungkan jalan antar provinsi ini diperbaiki setelah lama dinantikan masyarakat.

Perbaikan dilakukan dengan membongkar jembatan lama dan membangun jembatan baru secara permanen.

Sebelumnya, jembatan lama kerap menyebabkan banjir di sejumlah rumah warga di sekitarnya.

Hal ini terjadi karena gorong-gorong yang terdapat di bawah jembatan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Akibatnya, air meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa dan merendam permukiman warga.

Dengan pembangunan ulang jembatan secara permanen tanpa gorong-gorong, diharapkan permasalahan banjir tidak lagi terjadi setelah jembatan kembali difungsikan.

Soherman mantan Kepala Desa sekaligus warga yang rumahnya kerap terendam banjir, mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan tersebut.

Baca juga: Dapur SPPG Pagar Dewa Bengkulu Selatan Hampir Rampung, Akan Layani 1.500 Siswa

Usulan itu disampaikan langsung ke pemerintah pusat, mengingat jalan tersebut merupakan kewenangan kementerian.

Setiap kali banjir terjadi, ia juga mengirimkan dokumentasi kepada pihak balai.

“Foto banjir langsung saya kirimkan ke pihak balai, di sini alhamdulillah direspons oleh pemerintah karena kawasan ini memang sering terjadi banjir,” ujar Soherman saat diwawancarai wartawan TribunBengkulu.com, Sabtu (18/4/2026).

Adapun Soherman menjelaskan, banjir biasanya terjadi saat hujan deras berlangsung cukup lama, sekitar dua jam.

Air kemudian menggenangi rumahnya hingga setinggi pinggang orang dewasa. 

Tidak hanya rumahnya, sejumlah rumah di sekitar jembatan juga terdampak, bahkan lahan pertanian warga turut terendam saat hujan deras.

“Mudah-mudahan dengan jembatan baru ini nantinya tidak lagi terjadi banjir,” harap Soherman.

Warga berharap pembangunan jembatan ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang.

Sehingga aktivitas masyarakat kembali normal tanpa dihantui banjir saat musim hujan tiba.

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved