Rabu, 29 April 2026

Berita Bengkulu Selatan

Limbah MBG Jadi Perhatian, DLHK Bengkulu Selatan Perkuat Pengawasan

DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan terus memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah dan sampah.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita
LIMBAH MBG - Suasana salah satu pengelolahan limbah MBG di salah satu SPPG Bengkulu Selatan. DLHK tegaskan akan melakukan pemantuan setiap dapur SPPG untuk mengurangi pencemaran pada lingkungan. 

Ringkasan Berita:
  • DLHK Bengkulu Selatan memperketat pengelolaan limbah MBG guna mencegah dampak pencemaran lingkungan. 
  • Pengawasan dilakukan agar proses pembuangan dan pengolahan limbah berjalan sesuai aturan
  • Pengelolaan limbah domestik dalam program MBG harus mengacu pada regulasi yang berlaku, di antaranya Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memiliki dapur operasional, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan terus memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah dan sampah.

Kepala DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin melalui Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Arif Budiman, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk melalui koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penanganan limbah dan sampah.

Pengelolaan limbah domestik dalam program MBG harus mengacu pada regulasi yang berlaku, di antaranya Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026 tentang penanganan sisa sampah dan limbah domestik dalam program MBG, serta Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 27 Tahun 2025 tentang baku mutu dan standar pengelolaan limbah domestik.

“Kami memastikan seluruh pengelolaan limbah mengikuti aturan, terutama limbah domestik yang dihasilkan dari aktivitas dapur MBG,” ujar Arif saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Siap-siap Mutasi Guru di Bengkulu Selatan, Dikbud Ungkap Masuki Tahap Akhir

Saat ini sejumlah dapur MBG yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan telah dipantau, khususnya terkait sistem pengolahan limbah domestik. Hal ini penting karena aktivitas dapur menghasilkan limbah minyak dan lemak yang harus dikelola dengan baik.

“Limbah seperti minyak dan sisa pencucian ompreng harus melalui proses pengolahan. Ada pemisahan antara minyak dan lemak, kemudian masuk ke kolam sedimen awal, dilanjutkan ke filter satu dan filter dua sebelum dibuang ke media lingkungan,” ungkap Arif.

Pastikan Adanya Sistem Sirkulasi dan Tak Berikan Dampak Negatif

Sistem sirkulasi tersebut, lanjut Arif, terus dipantau oleh DLHK untuk memastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Ia juga menyinggung adanya kendala yang sempat terjadi di salah satu lokasi MBG di kawasan Gama, di mana pengelolaan limbah dan sampah sempat bermasalah hingga operasional terhenti selama sekitar dua minggu. Namun, kondisi tersebut kini telah diperbaiki.

“Masalah kemarin sudah kita tindak lanjuti bersama pihak BGN. Sistemnya sudah diperbaiki dan sekarang sudah berjalan kembali,” kata Arif.

DLHK juga telah melakukan pembinaan ke sejumlah titik MBG, di antaranya di Batang Bangau, Seginim, Jalan Dua Jalur, Masat, Pino Raya, Kedurang, hingga kawasan Gama.

Saat ini tercatat sebanyak 9 dapur MBG telah beroperasi, sementara 25 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

“Kami berharap seluruh pengelola MBG dapat menata pengelolaan limbah dan sampah dengan baik demi kepentingan bersama dan menjaga lingkungan,” tutup Arif.

Ke depan, DLHK Bengkulu Selatan akan melakukan pemantauan secara rutin setiap bulan guna memastikan seluruh dapur MBG mematuhi standar pengelolaan limbah yang telah ditetapkan.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan program MBG dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved