Berita Bengkulu Tengah

Program Ketahanan Pangan Desa Kancing Berbuah 10 Ton Singkong, Kades Bingung Jual Hasil Panen

Kepala Desa (Kades) Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ikhsan Hermuna, mengaku kebingungan mencari pembeli hasil panen

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
KEPALA DESA - Kepala Desa (Kades) Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ikhsan Hermuna, saat diwawancarai, Sabtu (30/8/2025). Ikhsan mengaku kebingungan mencari pembeli hasil panen singkong program ketahanan pangan desa tahun 2024. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kepala Desa (Kades) Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ikhsan Hermuna, mengaku kebingungan mencari pembeli hasil panen singkong program ketahanan pangan desa tahun 2024.

Diketahui, pada tahun 2024 lalu, Pemerintah Desa Kancing melaksanakan program ketahanan pangan dengan menanam singkong di lahan seluas dua hektare.

Hasil panen pada tahun 2025 ini terbilang melimpah, yakni lebih dari 10 ton singkong.

Namun, persoalan baru muncul setelah memasuki masa panen. Pihak desa kesulitan menjual hasil singkong tersebut.

Ikhsan mengatakan, pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Camat Karang Tinggi, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), hingga Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bengkulu Tengah.

“Kami sudah menghubungi Disperindag, tetapi UMKM binaan mereka hanya bisa menampung ratusan kilogram saja. Sementara pasokan kita mencapai 10 ton. Jadi memang tidak seimbang,” ujar Ikhsan, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Polres Bengkulu Tengah Gelar Doa Bersama untuk Affan, Ojol yang Tewas saat Unjuk Rasa

Ia menambahkan, pemerintah desa sebenarnya tidak berharap harga tinggi. Asalkan sesuai harga pasar dan bisa menutup biaya panen serta transportasi, pihaknya sudah bersyukur.

“Tidak perlu mahal, cukup sesuai harga pasar. Untuk panen ini kan butuh biaya lagi, seperti upah panen dan biaya pengantaran. Asal balik modal saja kami sudah berterima kasih,” jelasnya.

Ikhsan menegaskan, jika hingga Oktober 2025 tidak juga ada pembeli yang mampu menampung hasil panen, maka Pemerintah Desa Kancing berencana memanen singkong bersama warga dan membagikan hasilnya kepada masyarakat secara gratis.

“Mau bagaimana lagi, soalnya program ketahanan pangan tahun 2025 ini sudah menunggu untuk dilaksanakan,” tutupnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved