Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Pelajaran dari Lebong, Forkopimda Bengkulu Utara Perketat Prosedur Program MBG

Forkopimda Bengkulu Utara perketat SOP dapur MBG usai kasus keracunan di Lebong agar tak terulang.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
SEKRETARIS DAERAH – Sekda Bengkulu Utara, Fitriansyah, saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Kamis (4/9/2025). Forkopimda Bengkulu Utara mengantisipasi keracunan massal program MBG dengan melakukan pembimbingan dan pemantauan terhadap pengelolaan SPPG di Bengkulu Utara. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
 
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Bengkulu Utara mengantisipasi kemungkinan terjadinya keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkulu Utara.

Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata melalui Sekda Bengkulu Utara, Fitriansyah, menyampaikan peran Forkopimda dalam upaya pencegahan kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

"Tentu dengan melibatkan semua pihak dari kepolisian, TNI, dan kesehatan, kita semua berperan di situ untuk memberikan bimbingan dan pemantauan, memastikan bahwa MBG berjalan sesuai SOP yang berlaku," terang Fitriansyah.

Pada kesempatan launching dapur MBG di Desa Marga Sakti, ia bersama Forkopimda melakukan pemantauan sekaligus mengimbau pihak pengelola.

"Tadi kita sudah menyampaikan kepada pihak pengelola agar mengikuti semua prosedur sesuai SOP, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengolahan hingga proses distribusi. Itu semua sudah diatur," jelas Fitriansyah.

Ia berharap kasus keracunan massal yang sempat terjadi dalam program MBG di daerah lain dapat menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di Bengkulu Utara.

"Tentu kita harapkan terkait kejadian di tempat lain itu menjadi pelajaran bagi kita, dan kita mendoakan semoga SPPG ini bisa memberi manfaat," harap Fitriansyah.

Senada dengan itu, Person in Charge (PIC) program MBG dari Yayasan Pelita Prabu Nusantara, Agus Prasetyo (52), juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi SPPG Marga Sakti.

"Itu tentu jadi pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati, karena kejadian keracunan itu belum tentu dari dapur," ujar Agus.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya memasang alat pengawasan digital mulai dari dapur hingga ke mobil pendistribusian MBG.

"Intinya kami bisa berkomunikasi ataupun menegur seandainya terdapat hal yang di luar SOP pekerjaan," tegas Agus.

Selain itu, dapur MBG di Desa Marga Sakti juga dilengkapi dengan pengamanan oleh petugas keamanan (security).

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved