Senin, 27 April 2026

Berita Kepahiang

2 Titik Geotermal di Kepahiang Bengkulu Segera Digarap PLN dan Swasta

Dua sumber pengelolaan energi panas bumi atau geotermal Kepahiang, Bengkulu, kini sudah mendapatkan perusahaan investor.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com/Romi Juniandra
WFA DI KEPAHIANG - Sekda Kepahiang Provinsi Bengkulu, Hartono pada Selasa (13/1/2026) siang. Dia mengatakan dua sumber geotermal di Kepahiang kini sudah mendapatkan pengelola. 
Ringkasan Berita:
  • Geotermal Air Sempiang ini masuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang yang dikelola pihak PLN langsung.
  • Kedua, ada geotermal di Batu Bandung, Muara Kemumu yang akan dikelola pihak swasta, yakni perusahaan asal Turki, Hitay Energy Holdings. 
  • Dari investasi ini, Kepahiang akan mendapatkan royalti dengan besaran yang ditentukan kemudian. 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Dua sumber pengelolaan energi panas bumi atau geotermal Kepahiang, Bengkulu  kini sudah mendapatkan perusahaan investor.

Pertama, ada geotermal di Air Sempiang, dengan estimasi kapasitas 2x50 MW.

Geotermal Air Sempiang ini masuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang yang dikelola pihak PLN langsung.

PLN juga telah membuka lelang mitra pengembangan WKP Kepahiang atau Air Sempiang ini, dan telah didapatkan pemenang dari PT Mitra Cakrawala International (MCI).

"Yang Air Sempiang ini, dikelola langsung oleh PLN," ujar Sekda Kepahiang, Hartono kepada TribunBengkulu.com, Selasa (13/1/2026).

Kedua, ada geotermal di Batu Bandung, Muara Kemumu yang akan dikelola pihak swasta, yakni perusahaan asal Turki, Hitay Energy Holdings.

Selain investasi pembangkit listrik panas bumi, Hitay Energy Holdings juga bersedia melebarkan jalan di Batu Bandung, dan membangun jalan umum sepanjang lima kilometer dengan lebar enam meter menuju lokasi.

Baca juga: Pemkab Kepahiang Buka Lowongan Pegawai Pendukung Operasional Lewat UKPBJ

 Saat beroperasi nanti, Hitay Holding Energy ini akan mengelola energi panas bumi, dan kemudian dijual ke PLN sebagai salah satu sumber pembangkit listrik di Bengkulu.

Dari investasi ini, Kepahiang akan mendapatkan royalti, dengan besaran yang ditentukan kemudian.

Selain itu, Kepahiang juga akan mendapatkan penghasilan lain dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH).

"Kalau kita hitung-hitung, kita bisa mendapatkan Rp 100 miliar per tahun. Ini potensi PAD kita," kata Bupati Kepahiang, Zurdi Nata beberapa waktu lalu.

Selain mendapatkan investasi dan bagi hasil, Zurdi Nata mengatakan lowongan pekerjaan juga akan terbuka untuk masyarakat Kepahiang.

Dia sudah menegaskan bahwa Hitay Energy Holdings nantinya juga harus mempekerjakan tenaga kerja lokal.

"Harus, wajib sifatnya itu," ungkap Nata.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved